UTAMA

Perjuangan Rya Keluar dari Banjir Bandang, Suami dan Keluarga Ditemukan Meninggal Berpelukan

×

Perjuangan Rya Keluar dari Banjir Bandang, Suami dan Keluarga Ditemukan Meninggal Berpelukan

Sebarkan artikel ini
Rya bersama anak dan ibunya Tamhelni saat ditenda. Sekarang hanya tenda tempat ia dan keluarganya berteduh karena rumahnya hancur dihantam banjir Kamis (7/3) lalu. IRHAM

Lah kalam sadonyo, ndak adoh lai. Ko hiduik dek anak. Pasrah ka Tuhan, ndak tau hiduik ndak adoh suami. (Sudah gelap semuanya. Tidak ada lagi. Hidup demi anak. Pasrah ke Tuhan, tidak tau hidup ke depan tanpa suami),” ujarnya sembari melihat ke putri tercintanya.

Lebih jauh Rya menceritakan, saat itu air di dalam rumah sudah mencapai leher dan ia bersyukur masih bisa menyelamatkan diri dan diberi kesempatan hidup oleh Allah SWT.  

Sementara itu, Ibu Rya, Tamhelni, juga mengucap syukur bisa selamat dari maut. Tapi dia juga sedih karena suami anaknya ikut menjadi korban bencana tertimbun longsor. Cobaan yang tidak bisa terbayangkan harus dihadapi keluarganya yang hancur akibat bencana alam yang mematikan itu.

Baca Juga  PT Jasa Raharja dan Politeknik Negeri Manado Sinergi Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas

Keluarga itu tengah berkumpul di dalam rumah ketika arus air mulai deras pergi menyelamatkan diri, hingga akhirnya menyapu dan meratakan rumah mereka. Untuk menyembunyikan kesedihannya, walaupun suaranya yang terisak dan bibirnya yang bergetar menyingkap perjuangannya untuk tetap tenang, seperti menenangkan dan menguatkan anak ketiganya tersebut.

Laki amak baru maningga, kini laki anak lo yang maningga tatimbun longsor. Ndak adoh raso hiduik, kalau ndak dibantu pemerintah. (Suami ibu baru meninggal, kini suami anak yang meninggal akibat tertimbun longsor. Tidak ada rasa kehidupan, jika tidak ada dibantu oleh pemerintah),” ujarnya. 

Baca Juga  Beri Edukasi Pemanfaatan Obat Herbal, Sido Muncul Gandeng FK Unand

Sulit Sahur dan Berbuka

Dalam menghadapi bulan Suci Ramadan, keluarga ini kesulitan menjalankan sahur hingga buka puasa. Hanya menanti bantuan dari masyarakat setempat dan bantuan dari pemerintahan.

SIJUNJUNG

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaro Sijunjung bersinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang menyelenggarakan program Tailor Made Training bagi para warga binaan. Pelatihan keterampilan berbasis kemandirian ini dibuka secara resmi pada Selasa (22/9) oleh Kadis Nakertrans…