“Tahun ini kami optimistis meningkat. Bahkan kapasitas pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang sebelumnya sekitar 2.000 peserta, kini naik menjadi sekitar 5.000 peserta,” ucap Firdaus.
Beragam jenis pelatihan disiapkan, mulai dari kursus singkat hingga pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan industri, sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Selain pelatihan, Disnakertrans Sumbar juga memperluas peluang kerja melalui program pemagangan dan penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
Pada 2026, program pemagangan nasional mencatat sekitar 2.300 peserta asal Sumbar, baik yang telah selesai maupun masih menjalani proses magang di berbagai perusahaan. Tak hanya itu, peluang kerja ke luar negeri juga terus didorong melalui kerja sama dengan BP3MI. Tahun 2025, tercatat hampir 600 tenaga kerja asal Sumbar berhasil bekerja di luar negeri melalui skema tersebut. “Bulan Juli nanti kami juga akan membuka perekrutan magang ke Jepang. Ini peluang yang harus dimanfaatkan oleh anak-anak muda kita,” katanya.
Disnakertrans juga aktif melakukan sosialisasi dan menjalin kerja sama dengan perusahaan dalam penempatan tenaga kerja guna memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja global.
Di lain pihak, Firdaus juga mengungkapkan bahwa struktur ketenagakerjaan di Sumatera Barat saat ini memang masih didominasi sektor informal, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “UMKM memang lebih dominan dibanding sektor formal. Oleh karena itu, pelatihan dan peningkatan kapasitas juga diarahkan untuk mendukung sektor ini,” ujarnya. (*)












