PADANG, HARIANHALUAN.ID – PT Sarana Sumatera Barat Ventura (SSBV) memberikan edukasi atau pembekalan terkait literasi keuangan kepada 42 mahasiswa dan tim akademik Politeknik LP3I Padang, Selasa (7/7).
Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda dalam mengelola keuangan secara bijak sekaligus mencegah mereka terjerat judi online, pinjaman online ilegal, dan berbagai modus penipuan digital (scam).
Direktur Utama PT SSBV Mulyadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tahunan perusahaan sekaligus bentuk kepatuhan terhadap ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Edukasi ini merupakan implementasi POJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, khususnya Pasal 11.
Yakni mewajibkan setiap Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) melaksanakan kegiatan peningkatan literasi keuangan kepada konsumen dan masyarakat paling sedikit satu kali dalam satu semester,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, mahasiswa dipilih sebagai sasaran kegiatan karena merupakan generasi yang perlu memiliki pemahaman mengenai perencanaan dan pengelolaan keuangan sejak dini.
“Mahasiswa harus diedukasi dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan, terutama di tengah maraknya praktik judi online serta pinjaman online yang tidak terdaftar dan tidak diawasi oleh OJK.
Dengan pemahaman yang baik, mereka diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak,” katanya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Materi disampaikan melalui pemutaran video edukasi, presentasi menggunakan bahan PowerPoint (PPT), pemaparan langsung oleh narasumber, serta sesi tanya jawab yang disertai pembagian hadiah kepada peserta.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai lembaga pembiayaan serta pengenalan PT Sarana Sumatera Barat Ventura sebagai perusahaan pembiayaan yang telah terdaftar dan diawasi OJK.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai jenis produk pembiayaan yang dimiliki perusahaan.
Mulyadi menjelaskan, SSBV memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat.
Perusahaan tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga membantu pelaku usaha yang belum memenuhi persyaratan perbankan (non-bankable) agar berkembang menjadi usaha yang layak memperoleh akses pembiayaan perbankan (bankable).
“Peran kami adalah membantu UMKM yang belum bankable menjadi bankable. Jadi tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga mendampingi agar usaha mereka semakin berkembang,” jelasnya.
Ia menambahkan, produk yang paling banyak diminati masyarakat saat ini adalah pembiayaan bagi UMKM dengan skema bagi hasil murni atau kerja sama.
Berbeda dengan pinjaman perbankan, pembiayaan modal ventura yang disalurkan SSBV juga disertai pendampingan manajemen.
Perusahaan berperan sebagai mitra sekaligus konsultan bisnis yang membantu debitur meningkatkan kapasitas usahanya sehingga dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Hingga saat ini, sekitar 1.300 debitur UMKM telah memperoleh pembiayaan dari SSBV,” ungkap Mulyadi.
Sementara itu, hingga Semester I tahun 2026, total pembiayaan yang telah disalurkan SSBV mencapai Rp57.082.851.190.
“Untuk sepanjang tahun 2026, SSBV menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp30 miliar,” ujar Mulyadi lagi.
Adapun sektor usaha yang paling banyak menerima pembiayaan meliputi perkebunan, perdagangan, dan usaha home industri.
Melalui kegiatan literasi keuangan ini, Mulyadi berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak.
kemudian mahasiswa juga mampu mengenali lembaga jasa keuangan yang resmi dan diawasi OJK, serta terhindar dari praktik judi online, pinjaman online ilegal, maupun berbagai bentuk penipuan digital.
“Di sisi lain, edukasi tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan sehingga lahir lebih banyak pelaku UMKM muda yang tangguh dan mampu berkontribusi terhadap perekonomian Sumatera Barat,” tutupnya. (h/ita)












