KAMPUSHEADLINE

Pelatihan Dokter Kecil KKN Unand Durian Tinggi Bekali Siswa SDN 29 Kampung Taji dengan Keterampilan P3K Sejak Dini

×

Pelatihan Dokter Kecil KKN Unand Durian Tinggi Bekali Siswa SDN 29 Kampung Taji dengan Keterampilan P3K Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, HARIANHALUAN.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas Reguler II Nagari Durian Tinggi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat melalui program kerja Dokter Kecil (Dokcil). Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 29 Kampung Taji, Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuk Sikaping, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Program Dokcil merupakan pelatihan kesehatan dasar yang ditujukan kepada siswa sekolah dasar agar memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Materi yang diberikan meliputi penanganan luka, mimisan, cedera, diare, pembuatan larutan oralit, hingga edukasi tentang menjaga keselamatan dan kesehatan diri.

Kegiatan tersebut disusun secara interaktif agar mudah dipahami oleh peserta. Selain penyampaian materi, siswa juga diajak mengikuti praktik langsung sehingga mereka dapat memahami langkah-langkah pertolongan pertama dengan benar apabila menghadapi kondisi darurat sederhana di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Tidak hanya membahas P3K, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dasar yang disesuaikan dengan usia anak. Materi tersebut menekankan pentingnya mengenali batasan privasi tubuh serta cara melindungi diri dari tindakan yang tidak diinginkan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun teman-teman di sekitarnya. Selain itu, kegiatan juga dirancang untuk membangun rasa percaya diri dan keberanian anak dalam memberikan pertolongan pertama secara tepat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test guna mengukur pengetahuan awal peserta. Selanjutnya, siswa menerima materi edukasi, mengikuti praktik langsung, kemudian mengerjakan post-test sebagai evaluasi terhadap pemahaman yang diperoleh selama pelatihan.

Baca Juga  UM Sumatera Barat Bekerja Sama dengan BPKH Tanam 100 Pohon dalam Program Wakaf Pohon

Suasana pelatihan berlangsung meriah karena diselingi berbagai permainan edukatif dan kegiatan menyanyi bersama. Pendekatan tersebut membuat peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang aktif dan menunjukkan pemahaman terbaik selama pelatihan, panitia menutup kegiatan dengan pemilihan King and Queen Dokcil. Penghargaan tersebut diberikan kepada siswa yang dinilai memiliki kemampuan terbaik dalam memahami materi sekaligus menunjukkan sikap peduli terhadap kesehatan.

Predikat King Dokcil diraih oleh Azzam, sedangkan Queen Dokcil diraih oleh Yumna. Keduanya dinilai mampu mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan baik serta menunjukkan hasil terbaik dalam evaluasi yang dilakukan panitia.

“Kami sangat berterima kasih atas ilmu yang telah kakak dan abang berikan. Kegiatan pelatihan Dokcil sangat seru dan bermanfaat bagi kami. Semoga ilmu yang kami dapat hari ini bisa kami gunakan dalam penanganan pertolongan pertama kecelakaan,” ujar Azzam dan Yumna usai menerima penghargaan sebagai peserta terbaik.

Sementara itu, Faiza dan Dika selaku pemateri dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas berharap ilmu yang telah diberikan dapat terus diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Menurut mereka, pendidikan kesehatan sejak usia dini merupakan bekal penting dalam membentuk generasi yang peduli terhadap keselamatan diri dan orang lain.

Baca Juga  Unbrah Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir Pessel

“Kami berharap ilmu yang telah dibagikan dapat menjadi bekal bagi adik-adik untuk menjaga kesehatan diri sendiri maupun membantu orang lain di lingkungan sekolah. Semoga semangat belajar dan berbagi kebaikan ini terus tumbuh,” ujar Faiza dan Dika.

Kepala SDN 29 Kampung Taji, Desmiati, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai para siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

“Kami melihat antusiasme yang tinggi dari para siswa selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hal ini menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan sejak dini sangat penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat pada anak. Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Unand Durian Tinggi yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan Dokter Kecil di sekolah kami. Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan memberikan pengalaman belajar yang sangat bermanfaat bagi para siswa,” ujar Desmiati.

Koordinator Humas KKN Universitas Andalas Nagari Durian Tinggi, Trici Ayunda, bersama Ketua KKN M. Sanju Febrian, menyampaikan bahwa program Dokcil diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan literasi kesehatan anak sejak dini. Melalui kolaborasi antara sekolah dan mahasiswa, diharapkan lahir generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan, memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama, serta mampu menjadi pelopor hidup sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (*)