PADANG, HARIANHALUAN.ID — Kualitas pembelajaran matematika di sekolah masih menjadi tantangan serius, terutama dalam hal kemampuan guru mengaitkan konsep abstrak dengan kehidupan nyata siswa. Kondisi ini kerap berdampak pada rendahnya pemahaman dan minat belajar peserta didik.
Menjawab persoalan tersebut, Departemen Matematika Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar pelatihan internasional berbasis Realistic Mathematics Education (RME) dengan dukungan aplikasi MathCityMap. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat bertaraf internasional yang melibatkan kolaborasi antara Indonesia dan Pakistan.
Pelatihan bertajuk “Developing Mathematics Teacher Competence through Training in Realistic Mathematics Education (RME)-Based Learning Design with the Support of the MathCityMap Application in Pakistan and Indonesia” ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru secara global.
Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Laboratorium IPA SMP Negeri 1 Padang Panjang yang bertindak sebagai tuan rumah. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan MGMP Matematika SMP se-Kota Padang Panjang yang berperan penting dalam mengoordinasikan keikutsertaan para guru dari berbagai sekolah.
Ketua pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd., M.Sc., menyampaikan bahwa salah satu permasalahan utama dalam pembelajaran matematika adalah kurangnya pendekatan kontekstual yang relevan dengan kehidupan siswa. Oleh karena itu, pendekatan RME menjadi solusi yang ditawarkan melalui pelatihan ini.
“RME menekankan pada pembelajaran yang mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami materi. Pendekatan ini juga didukung dengan penggunaan teknologi seperti MathCityMap yang memungkinkan pembelajaran dilakukan secara interaktif di lingkungan sekitar,” ujarnya kepada Haluan Rabu (25/3) di Padang.
Dikatakannya, tim pengabdian ini melibatkan sejumlah dosen, yakni Dr. Yulyanti Harisman, Dr. Resmi Darni, M.Kom., dan Dr. Ika Parma Dewi, M.Pd.T. Selain itu, turut terlibat mahasiswa peneliti Hafizatunnisa, M.Pd dan Afifah Zafirah, M.Pd., serta mitra internasional dari Pakistan, Dr. Muhammad Mujtaba Asad. “Dimana peserta kegiatan merupakan guru-guru matematika yang tergabung dalam MGMP SMP Kota Padang Panjang. Mereka berasal dari berbagai sekolah dan menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, baik pada sesi penyampaian materi maupun praktik,” jelasnya.
Materi RME disampaikan langsung oleh Prof. Ahmad Fauzan, sementara penggunaan aplikasi MathCityMap dipandu oleh Aqilul Asra, S.Pd. Kegiatan berlangsung interaktif dengan pendampingan intensif kepada peserta dalam merancang pembelajaran berbasis teknologi. Permasalahan lain yang diangkat dalam pelatihan ini adalah kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran matematika. Untuk itu, peserta diperkenalkan pada berbagai inovasi, termasuk penggunaan Augmented Reality (AR) berbasis etnomatematika yang disampaikan oleh Afifah Zafirah, M.Pd.
Dijelaskan Ahmad, materi ini membuka wawasan baru bagi guru dalam mengintegrasikan unsur budaya lokal dengan teknologi modern. Dengan demikian, pembelajaran matematika tidak hanya menjadi lebih menarik, tetapi juga lebih relevan dengan konteks kehidupan siswa.
“Sebagai bentuk evaluasi, peserta diminta untuk menyusun rancangan pembelajaran berbasis RME dengan dukungan MathCityMap. Hasil karya tersebut kemudian dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Dra. Sri Elniati, M.A., Aqilul Asra, S.Pd., dan Hafizatunnisa, M.Pd,” ungkapnya.
Sementara itu, mitra internasional, Dr. Muhammad Mujtaba Asad, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia menilai bahwa kolaborasi lintas negara seperti ini sangat penting dalam menghadapi tantangan pendidikan matematika di era global.
Pada akhir kegiatan, peserta mempresentasikan hasil rancangan pembelajaran mereka. Berdasarkan penilaian dewan juri, ditetapkan Yelsi Demilza, S.Pd sebagai juara pertama, disusul Nofri Leni, M.Pd sebagai juara kedua, dan Amrizal, S.Pd sebagai juara ketiga. Karya yang dihasilkan para peserta menunjukkan peningkatan kreativitas dan kemampuan dalam merancang pembelajaran inovatif. Hal ini menjadi indikator bahwa pelatihan mampu menjawab permasalahan yang dihadapi guru di lapangan.
Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru MGMP Matematika SMP Kota Padang Panjang yang berasal dari berbagai sekolah, di antaranya Nofri Leni, M.Pd, Yelsi Demilza, S.Pd, Rani Gusnetti, S.Pd, dan Mulfia Sari, S.Si., M.Pd dari SMP Negeri 1 Padang Panjang; Rony Osmond, S.Pd dan Evawarni, S.Pd dari SMP Negeri 2 Padang Panjang; Nazwir, S.Pd dan Aswandi, S.Pd dari SMP Negeri 3 Padang Panjang.
Sasmayesti Syarif, S.Pd, Wismardani, S.Pd, dan Bayarnita, S.Pd dari SMP Negeri 4 Padang Panjang; Amrizal, S.Pd, Ahmad Sanusi Lubis, M.Pd, dan Dessy Susilawaty, S.Pd dari SMP Negeri 5 Padang Panjang; Ratnawati, M.Pd, Miskah, S.Pd, dan Dilla Intanny, S.Pd dari SMP Negeri 6 Padang Panjang; Gusti Rahmi, S.Pd dari SMP Uswatun Hasanah; Mira Angraini, S.Pd dari SMP IT Cahaya Al-Qur’an; Delva Riska, S.Pd dari SMP Hikmah; Rini Afriani, S.Pd dari SMP IT Ma’arif; serta Yayuk Lina Kurniawati, S.Pd dari SPNF SKB Kota Padang Panjang. (*)












