PENDIDIKAN

Mahasiswa Doktor Unand Kembangkan Model IKA untuk Perkuat Dukungan Keluarga pada Perawatan Luka Kaki Diabetik

×

Mahasiswa Doktor Unand Kembangkan Model IKA untuk Perkuat Dukungan Keluarga pada Perawatan Luka Kaki Diabetik

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Unand
Mahasiswa Program Doktor Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (UNAND), T. Eltrikanawati, M.Kep,

PADANG, harianhaluan.id — Mahasiswa Program Doktor Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (UNAND), T. Eltrikanawati, M.Kep, mengembangkan inovasi berupa Model IKA (Identification, Knowledge, Action) sebagai upaya meningkatkan dukungan holistik keluarga dalam perawatan penderita luka kaki diabetik di rumah.

Luka kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi Diabetes Mellitus yang berisiko menurunkan kualitas hidup penderita. Kondisi tersebut tidak hanya dapat menyebabkan kecacatan, tetapi juga meningkatkan risiko amputasi apabila tidak ditangani secara optimal.

Menurut Eltrikanawati, keberhasilan perawatan luka kaki diabetik tidak hanya bergantung pada tindakan medis maupun perawatan luka oleh tenaga kesehatan. Keterlibatan keluarga sebagai pendamping utama pasien di rumah menjadi faktor penting yang turut menentukan keberhasilan proses penyembuhan.

Berangkat dari kondisi tersebut, dosen Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Institut Kesehatan Mitra Bunda Batam itu mengembangkan Model IKA sebagai bagian dari penelitian disertasinya di Program Doktor Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas.

Penelitian tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Promotor Prof. Dr. dr. Rizanda Machmud, M.Kes., FISPH, FISCM serta Co-Promotor Prof. Dr. dr. Eva Decroli, Sp.PD-KEMD, FINASIM dan Dr. Rozi Sastra Purna, S.Psi., M.Psi.

Model IKA merupakan model edukasi berbasis pemberdayaan keluarga yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam memberikan dukungan holistik kepada penderita luka kaki diabetik selama menjalani perawatan di rumah.

Baca Juga  WIALTI UBH Gelar Buka Bersama

Berbeda dengan pendekatan edukasi yang selama ini lebih berfokus pada pasien, Model IKA menempatkan keluarga sebagai mitra aktif tenaga kesehatan. Dukungan yang diberikan keluarga mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual sehingga proses penyembuhan pasien dapat berlangsung lebih optimal.

Mahasiswa Doktor Unand Kembangkan Model IKA untuk Perkuat Dukungan Keluarga

Eltrikanawati menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran sangat besar dalam perawatan jangka panjang penderita Diabetes Mellitus, khususnya pasien yang mengalami luka kaki diabetik. Karena itu, keluarga perlu dibekali pengetahuan, sikap, serta keterampilan agar mampu memberikan pendampingan yang tepat selama pasien menjalani perawatan di rumah.

Model IKA terdiri atas tiga tahapan utama. Tahap pertama, Identification, dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan edukasi keluarga berdasarkan karakteristik keluarga serta hasil pengukuran pengetahuan dan sikap mereka mengenai dukungan holistik bagi pasien.

Tahap berikutnya adalah Knowledge, yaitu pemberian edukasi secara terstruktur mengenai perawatan dan dukungan holistik kepada keluarga. Setelah itu dilanjutkan dengan tahap Action, yakni pendampingan penerapan dukungan tersebut melalui monitoring dan penguatan secara berkelanjutan oleh perawat.

Implementasi Model IKA dilakukan kepada keluarga penderita luka kaki diabetik dengan pendampingan tenaga keperawatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap keluarga setelah mengikuti proses edukasi menggunakan model tersebut.

Baca Juga  Kintani Putri Medya Siap Guncang Open Ceremony DCL 2026 di Dharmasraya

Temuan itu memperlihatkan bahwa pendekatan pemberdayaan keluarga secara sistematis berpotensi meningkatkan kesiapan keluarga dalam mendukung proses perawatan pasien di rumah sekaligus memperkuat keberhasilan terapi yang diberikan tenaga kesehatan.

Selain menghasilkan Model IKA, penelitian ini juga melahirkan berbagai perangkat pendukung implementasi, di antaranya modul edukasi bagi perawat, modul edukasi keluarga, standar operasional prosedur (SOP), jurnal refleksi keluarga, serta instrumen monitoring dan evaluasi.

Eltrikanawati berharap hasil penelitiannya dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu keperawatan sekaligus menjadi inovasi yang dapat diterapkan pada layanan home care, klinik perawatan luka, puskesmas, maupun rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi penderita Diabetes Mellitus, khususnya pasien dengan luka kaki diabetik.

Ia juga mengajak seluruh keluarga untuk terus mendampingi anggota keluarga yang menderita luka kaki diabetik. Menurutnya, perhatian, kasih sayang, doa, serta dukungan yang diberikan setiap hari merupakan bagian penting dari proses penyembuhan. Sebagai peneliti dan dosen, Eltrikanawati berharap Model IKA tidak berhenti sebagai hasil disertasi semata, tetapi dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, dan institusi pendidikan keperawatan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. (h/isr)