KAMPUS

Mahasiswa KKN Unand Edukasi Warga Kurai Taji Timur Olah Limbah Dapur jadi Pupuk Organik Cair

×

Mahasiswa KKN Unand Edukasi Warga Kurai Taji Timur Olah Limbah Dapur jadi Pupuk Organik Cair

Sebarkan artikel ini

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas (Unand), menggelar sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan limbah dapur di Kantor Wali Nagari Kurai Taji Timur, Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk ramah lingkungan yang bernilai ekonomis.

Sosialisasi diikuti masyarakat Nagari Kurai Taji Timur dengan antusias. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan cara sederhana mengolah sisa sayuran, kulit buah dan limbah organik rumah tangga lainnya menjadi pupuk cair yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanaman.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Unand Nagari Durian Tinggi Peringati Isra Mi'raj di Masjid Ar Rahman

Tim KKN Reguler II Universitas Andalas, Natasya Azzahra, menjelaskan bahwa POC merupakan pupuk yang dibuat melalui proses fermentasi bahan-bahan organik menggunakan bioaktivator.

“Selain mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, penggunaan POC juga dapat memperbaiki kualitas tanah sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia,” ujarnya.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa mempraktekkan secara langsung proses pembuatan POC dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan rumah tangga.

Bahan yang digunakan terdiri atas limbah dapur, satu liter air cucian beras, satu sendok makan gula merah dan satu tutup botol bioaktivator EM4 yang difermentasi di dalam wadah tertutup.

Baca Juga  UM Sumbar Buka Peluang Lewat Sejuta Beasiswa, Akses Pendidikan Kini Lebih Mudah

Peserta juga diperlihatkan tahapan pembuatan POC, mulai dari mencacah limbah organik menjadi bagian kecil, mencampurkan seluruh bahan ke dalam wadah fermentasi, hingga proses penyimpanan.

“Selama masa fermentasi, wadah dibuka setiap dua hari sekali untuk mengeluarkan gas yang terbentuk. Setelah difermentasi selama 14 hingga 21 hari, cairan hasil fermentasi disaring dan siap digunakan sebagai pupuk organik bagi berbagai jenis tanaman,” ujarnya.

Menurut mahasiswa KKN, teknologi sederhana tersebut dapat menjadi solusi dalam mengurangi volume sampah organik rumah tangga, sekaligus mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan.