KAMPUS

Mahasiswa KKN UNAND Lakukan Pemetaan Wilayah dan Survei Potensi Bencana di Nagari Tabek Patah

×

Mahasiswa KKN UNAND Lakukan Pemetaan Wilayah dan Survei Potensi Bencana di Nagari Tabek Patah

Sebarkan artikel ini

TANAH DATAR, HARIANHALUAN.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas (UNAND) Tahun 2026 mulai memperkuat basis data pemerintahan Nagari Tabek Patah, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, melalui program Sensus Partisipatif Berbasis Teknologi.

Program tersebut diawali dengan survei lapangan dan kunjungan dari rumah ke rumah untuk menggali informasi secara langsung dari masyarakat. Hingga pelaksanaan pendataan berlangsung, sekitar 250 rumah di Jorong Data telah berhasil didata, sementara pendataan di Jorong Koto masih berjalan dengan target sekitar 300 rumah.

Kegiatan ini dirancang untuk menghasilkan basis data nagari yang lebih akurat dan terintegrasi. Data tersebut nantinya dapat dimanfaatkan pemerintah nagari dalam perencanaan pembangunan, pelayanan masyarakat, pemetaan potensi wilayah hingga mendukung langkah awal mitigasi risiko bencana.

Baca Juga  Pemko Padang Pastikan Warga Terdampak Bencana Terdata Secara Tepat

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai enumerator atau petugas pendata. Mereka juga menjadi fasilitator komunikasi antara pemerintah nagari dan masyarakat sekaligus membantu proses validasi informasi yang diperoleh di lapangan.

Survei dilakukan dengan mengunjungi rumah warga dan berdialog secara langsung mengenai kondisi keluarga, lingkungan tempat tinggal, ketersediaan fasilitas umum, potensi wilayah, serta berbagai kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan pembangunan nagari.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tidak sekadar menjadi objek pendataan. Warga dilibatkan sebagai mitra, sehingga informasi yang dihimpun dapat menggambarkan kondisi nyata di lapangan.

Salah satu anggota Tim KKN UNAND, Muhammad Gilbran Dinov, menjelaskan survei lapangan menjadi tahapan penting sebelum sistem pendataan digital diterapkan secara lebih luas.

Baca Juga  Gelar PCE Tahunan, Gerakan Mahasiswa Pariaman Beri Wadah Informasi Dunia Perkuliahan kepada Siswa

“Data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara akan menjadi dasar dalam penyusunan formulir digital, serta proses validasi informasi yang akan diintegrasikan ke dalam sistem data nagari,” jelasnya.

Program Sensus Partisipatif Berbasis Teknologi tersebut dirancang dengan memanfaatkan sejumlah teknologi pendukung, antara lain formulir digital, pemetaan berbasis Global Positioning System (GPS), pengolahan data menggunakan Sistem Informasi Geografis (GIS), serta dashboard informasi nagari yang dapat diperbarui secara berkala.

Melalui integrasi tersebut, pemerintah nagari diharapkan memiliki sistem informasi yang lebih efektif, akurat dan mudah diperbarui. Data yang terkumpul nantinya mencakup informasi kependudukan dan wilayah, peta potensi nagari, fasilitas umum, hingga informasi awal mengenai kawasan yang memiliki potensi risiko bencana.