PALEMBANG, HARIANHALUAN.ID — Pengurus Ikatan Keluarga Agam dan Bukittinggi (IKAB) Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengajukan pernohonan kepada Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, SP. Datuak Marajo agar memfasilitasi pembentukan organisasi IKAB Nasional atau IKAB Indonesia untuk menambah kuat rasa persatuan dan kekeluargaan warga yang berasal dari Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi yang berada di perantauan.
Permohonan itu disampaikan Pengurus IKAB Palembang melalui surat resmi bernomor: ISTIMEWA/IKAB/PLB/GUBSB/IV/2026 tanggal 21 April 2026 perihal: Permohonan Kepada Bapak H. Mahyeldi Ansharullah, SP Datuak Marajo, Gubernur Sumatera Barat Fasilitasi Pembentukan Ikatan Keluarga Agam dan Bukittinggi (IKAB) Nasional yang ditandatangani Ketua Umum IKAB Palembang, Ir. Reflin Arda, MAP, M.Si dan Sekretaris Umum, Afdhal Azmi Jambak, SH serta diketahui oleh Penasehat, Drs. H. Asnal Olon dan Pembina IKAB Palembang, Prof. Dr. Chairil Anwar, Ph.D.
Surat tersebut dikirim melalui jasa pengiriman dan ditembuskan pula kepada Bupati Agam, Ir. Benni Werlis di Lubuk Basung dan Walikota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias di Bukittinggi.
“Kita menyampaikan permohonan kepada Gubernur Mahyeldi yang juga putra Agam untuk memfasilitasi pembentukan Organisasi IKAB Nasional atau IKAB Indonesia karena banyak organisasi perantau Agam dan Bukittinggi di berbagai daerah dan provinsi bernama Ikatan Keluarga Agam dan Bukittinggi (IKAB). Selama ini IKAB dari berbagai daerah selalu melaksanakan kegiatan bermanfaat bagi urang Agam dan Bukittinggi di perantauan dan juga sangat peduli kepada dunsanak di berbagai nagari di Ranah, Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi,” kata Afdhal Azmi Jambak, SH dalam siaran persnya, Jumat (24/4/2026).
Sementara itu, Ketua Umum IKAB Palembang, Ir Reflin Arda, MAP, MSi menambahkan, IKAB di Ibukota Provinsi Sumsel sudah berdiri sejak tahun 1964, didirikan oleh para tokoh Luhak Agam yang sebagian besar sudah meninggal dunia dengan nama IKA (Ikatan Keluarga Agam). IKA ini juga salah satu pendiri Badan Musyawarah Keluarga Minangkabau (BMKM) Kota Palembang yang pada tahun 2002 ditingkatkan menjadi BMKM Sumsel dengan KetuaUmum, H. Syahrudin Ismail dan Sekretarus Umum Afdhal Azmi Jambak.
“Pada tahun 2002, IKA diubah menjadi IKAB Palembang dengan tujuan lebih memudahkan administrasi dan koordinasi dengan dua pemerintahan yakni Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi. Alhamdulillah sejak dulu warga IKAB Palembang kompak, akur dan bersatu. Sampai kini IKAB Palembang tetap eksis melaksanakan berbagai program kerja yang bermanfaat bagi urang banyak terutama warga Agam dan Bukittinggi,” kata pensiunan Badan Pusat Statistik Nasional (BPN) ini.
Reflin yang berasal dari Koto Kaciak Kecamatan Tanjung Raya ini menjelaskan di antara program dan kegiatan yang dilaksanakan IKAB Palembang adalah:
1. Membangun Masjid IKAB Daarul Mukhlishin di Tegal Binangun, Jakabaring Selatan dengan dana sekitar Rp 5 milyar dan sekarang tinggal sekitar 25 persen lagi.
2. Membentuk pengurus masjid dan Majelis Taklim untuk memakmurkan masjid yang dibangun dari wakaf, infaq, sedekah dan bantuan dari warga IKAB di Palembang dan dari berbagai tempat di samping dari umat Islam warga daerah lainnya.
3. Melaksanakan Ibadah Qurban setiap tahun di Masjid IKAB Daarul Mukhlishin.
4. Membentuk dan sudah mulai berjalan Baitul Maal IKAB Palembang dengan tujuan secara berjamaah Membangun Ekonomi Umat (warga) Agam dan Bukittinggi serta memberantas riba.











