PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID — Suasana religius dan kebersamaan menyatu dalam semarak perhelatan khatam Qur’an perdana di Musala Al Muthmainnah, Kabun Baru, Korong Tarok, Nagari Kapalo Hilalang.
Selama dua hari, pada 29–30 April 2026, masyarakat tumpah ruah mengikuti rangkaian kegiatan yang sarat nilai spiritual dan budaya.
Kegiatan diawali pada hari pertama dengan berbagai perlombaan bernuansa keagamaan. Lomba tilawah dan salat jenazah kategori khatam diikuti masing-masing tiga peserta, sementara kategori non-khatam diikuti 10 peserta untuk setiap cabang lomba.
Memasuki hari kedua, Kamis (30/4/2026), acara diawali dengan pawai peserta khatam bersama santri TPA Al Muthmainnah beserta wali murid. Pawai menyusuri jalan kampung di Kabun Baru Korong Tarok, diiringi penampilan meriah grup tambua tasa Garitiak Korong Tarok yang dipimpin Jupriadi.
Acara kemudian dibuka oleh perwakilan mahasiswa KKN/PKLT Poltekkes Kemenkes Padang, Rudi Hartono. Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Ilham Perdana Haris, menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat.
“Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat Korong Tarok, khususnya Kabun Baru, sehingga kegiatan dua hari ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus kita agendakan,” ujarnya.
Sementara itu, guru TPA Al Muthmainnah, Yaman Hijaz, mengungkapkan bahwa TPA tersebut baru berjalan sekitar empat bulan, namun telah mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Walaupun ananda sudah khatam Qur’an, bukan berarti berhenti membaca Al-Qur’an. Justru ini menjadi awal untuk terus mencintai dan mengamalkannya,” pesannya.
Pengurus Pondok Pesantren Harakatul Quran, Syukur Usman, turut mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Hal senada disampaikan Kepala KUA Kecamatan 2×11 Kayutanam, Ali Yusmar, yang mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya melahirkan generasi qori dan qoriah.
Sambutan penutup disampaikan perwakilan Camat 2×11 Kayutanam, Ismet, yang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun.
Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin Alahirnov, dilanjutkan pengumuman pemenang lomba serta makan bersama yang semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Khatam Quran perdana ini tak sekadar seremoni keagamaan, tetapi menjadi simbol tumbuhnya semangat belajar Al-Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan identitas religius Nagari Kapalo Hilalang. (*)











