PADANG, HARIANHALUAN.ID — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, kebutuhan hewan kurban di Kota Padang belum mampu dipenuhi secara mandiri. Pemerintah Kota (Pemko) Padang masih bergantung pada pasokan sapi dari luar daerah untuk menutupi kekurangan ribuan ekor ternak setiap tahunnya.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengatakan kebutuhan sapi kurban di Kota Padang mencapai sekitar 8.000 ekor per tahun. Namun, ketersediaan sapi di dalam kota hanya berkisar 3.000 ekor.
“Untuk kebutuhan di Kota Padang itu kurang lebih 8.000 ekor. Namun yang tersedia di dalam kota hanya sekitar 3.000 ekor. Jadi memang kebutuhan masyarakat masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ujarnya kepada Haluan, beberapa hari lalu.
Menurutnya, ribuan sapi yang tersedia tersebut berasal dari 64 kandang penampungan yang tersebar di berbagai wilayah Kota Padang. Meski berada di dalam kota, sebagian ternak tersebut juga merupakan pasokan dari luar Sumatera Barat.
“Sekitar 3.000 ekor itu berada di kandang penampungan di Kota Padang. Tetapi tidak semuanya murni ternak lokal, karena ada juga yang didatangkan dari Medan dan Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Sementara itu, kekurangan sekitar 5.000 ekor sapi dipenuhi dari sejumlah daerah sentra peternakan di Sumatera Barat seperti Batusangkar, Padang Pariaman, hingga Solok Selatan.
Yoice menyebut kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan produksi ternak di Kota Padang masih jauh dari kebutuhan masyarakat saat momentum Iduladha. “Paling-paling yang tersedia dari dalam Kota Padang itu hanya sekitar 30 persen. Selebihnya atau sekitar 70 persen memang berasal dari luar daerah,” ujarnya.
Pastikan Pengawasan Ketat
Meski pasokan hewan kurban berasal dari berbagai wilayah, Dinas Pertanian memastikan seluruh ternak yang masuk ke Kota Padang tetap berada dalam pengawasan kesehatan yang ketat.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular serta memenuhi syarat sebagai hewan kurban yang layak. “Kalau ditemukan ternak yang sakit, tentu akan dilakukan penanganan dan pengobatan terlebih dahulu sebelum dinyatakan layak untuk dijual atau dikurbankan,” kata Yoice menjelaskan.
Selain pemeriksaan rutin, Dinas Pertanian juga terus melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagai langkah antisipasi menjelang meningkatnya lalu lintas ternak menjelang Iduladha.
“Tahun kemarin sudah ada vaksin PMK dan sampai sekarang vaksinasi tetap dilakukan. Ini untuk mencegah penyebaran penyakit dan memastikan hewan kurban aman,” tuturnya.
Pemko Padang berharap distribusi hewan kurban dari luar daerah dapat berjalan lancar hingga hari pelaksanaan kurban, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengabaikan aspek kesehatan ternak. (*)











