PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID- Semangat pembinaan olahraga di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mulai bergerak lebih serius. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pesisir Selatan mulai menyalurkan dana bantuan pembinaan kepada sejumlah cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan organisasi tersebut.
Dana bantuan itu menjadi salah satu langkah strategis KONI bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam memperkuat pembinaan atlet menghadapi berbagai agenda kompetisi, terutama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang.
Ketua Umum KONI Pesisir Selatan, M. Adli, mengatakan bantuan pembinaan tersebut bersumber dari dana hibah Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan yang disalurkan melalui KONI sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan olahraga daerah.
Menurutnya, pembinaan olahraga tidak hanya berbicara soal pertandingan dan medali, tetapi juga menyangkut pembangunan sumber daya manusia, disiplin, dan mental generasi muda melalui jalur olahraga.
“Dana ini diberikan sebagai bentuk komitmen Pemkab Pessel dalam memajukan olahraga daerah, khususnya pembinaan atlet dan pelatih pada masing-masing cabang olahraga. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah,” kata Adli kepada wartawan di Painan, Selasa (19/5/2026).
Sebelum pencairan dilakukan, KONI Pesisir Selatan terlebih dahulu melakukan proses verifikasi dan klarifikasi terhadap seluruh cabor penerima bantuan. Tim monitoring dan evaluasi (monev) diterjunkan langsung untuk memeriksa kelengkapan administrasi, struktur kepengurusan, hingga aktivitas pembinaan yang dijalankan masing-masing cabor.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima organisasi yang aktif dan memiliki program pembinaan yang jelas.
Adli menegaskan, pihaknya juga memberi perhatian khusus terhadap persoalan kepengurusan ganda di tubuh organisasi olahraga. Ia meminta setiap pengurus untuk fokus pada satu cabang olahraga demi menjaga profesionalisme dan efektivitas pembinaan.
“Verifikasi ini penting agar kita mengetahui kondisi dan kebutuhan setiap cabor secara objektif. Dari hasil kunjungan tim monev, KONI mencatat perkembangan dan kendala yang dihadapi di lapangan. Kita tidak ingin ada kepengurusan ganda di masing-masing cabor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pencairan tahap pertama dilakukan kepada cabor yang telah dinyatakan lulus verifikasi administrasi dan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan. Sementara cabor yang belum lengkap diminta segera memperbaiki dokumen agar dapat diproses pada tahap berikutnya.
“Alhamdulillah hari ini pencairan untuk cabor yang administrasinya lengkap sudah mulai dilakukan sesuai berita acara tim verifikasi KONI Kabupaten Pesisir Selatan,” ucapnya lagi.
Bagi dunia olahraga Pesisir Selatan, bantuan pembinaan tersebut menjadi angin segar di tengah persiapan menghadapi Porprov. Sejumlah cabor kini mulai meningkatkan intensitas latihan dan pembinaan atlet untuk mengejar target prestasi.
Adli berharap, dana yang telah dicairkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, hingga persiapan mengikuti berbagai kejuaraan.
“Kita berharap cabor lebih fokus melakukan pembinaan atlet dalam rangka persiapan menuju Porprov Oktober mendatang,” pungkasnya.
Ia juga memastikan proses penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Seluruh dana ditransfer langsung ke rekening masing-masing cabang olahraga guna menghindari persoalan administrasi di kemudian hari.
“Setiap cabor harus memiliki rekening sendiri agar proses penyaluran lebih tertib dan akuntabel,” tuturnya. (*)











