BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID — Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi menjalin kerja sama dengan International Minangkabau Literacy Festival ke-4 (IMLF-4) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Rabu (20/5) di kampus Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan literasi, pengembangan pendidikan, serta kolaborasi internasional melalui berbagai program akademik dan kebudayaan.
Rektor Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Afridian Wirahadi Ahmad mengatakan, keterlibatan kampus dalam IMLF-4 merupakan bentuk kontribusi nyata dalam membangun peradaban melalui literasi dan pengabdian kepada masyarakat.
“Universitas Mohammad Natsir hadir sebagai bagian dari gerakan besar ini dengan semangat pengabdian, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat global,” ujar Afridian usai penandatanganan MoU bersama Ketua IMLF-4, Sastri Bakry.
Penandatanganan tersebut turut disaksikan Sekretaris IMLF-4 Armaidi Tanjung dan Ketua Bidang Seminar Pariwisata IMLF-4 Zusneli Zubir. Dari pihak kampus hadir Wakil Rektor II Yessi Andriani, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Wahib Asyari, Kepala Kerja Sama Internasional Noval Fadli, serta Kepala Kerja Sama Dalam Negeri Florid Irfan.
Afridian menegaskan, partisipasi dosen dan mahasiswa dalam rangkaian IMLF-4 diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, wawasan global, dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Ia menyebut, kerja sama tersebut diharapkan berkembang menjadi program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan jejaring internasional perguruan tinggi.
“Kami berharap kerja sama ini berkembang menjadi program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga penguatan jejaring internasional perguruan tinggi,” katanya.
Menurutnya, kehadiran delegasi dari 35 negara dalam IMLF-4 membuktikan bahwa Minangkabau memiliki daya tarik intelektual dan budaya di tingkat dunia.
“Keterlibatan Universitas Mohammad Natsir diharapkan memperkuat posisi kampus sebagai motor penggerak literasi, inovasi, dan kolaborasi internasional demi masyarakat yang berdaya, berbudaya, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua IMLF-4 Sastri Bakry mengatakan, kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam menyukseskan hampir 100 agenda kegiatan yang digelar untuk memeriahkan peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi.
“Perguruan tinggi sangat strategis untuk menyukseskan rangkaian IMLF-4. Dengan kesepakatan ini, kami membuka ruang agar kampus bisa lebih berperan dalam meningkatkan literasi dan kecakapan di berbagai sisi kehidupan,” ujarnya.
Sekretaris IMLF-4 Armaidi Tanjung menambahkan, ruang lingkup kerja sama mencakup kolaborasi penyelenggaraan event literasi dan budaya, seminar, workshop, festival, dan kegiatan akademik lainnya.
Selain itu, kerja sama juga meliputi dukungan promosi dan publikasi kegiatan, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam program bersama, hingga kolaborasi lain yang disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan.
Dengan penandatanganan MoU tersebut, Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi menjadi salah satu mitra akademik utama dalam pelaksanaan IMLF-4 tahun 2026. Kehadiran kampus diharapkan semakin memperkuat posisi Bukittinggi sebagai pusat dialog literasi dan budaya internasional. (*)







