KAMPUS

Presiden Mahasiswa UIN IB Padang Dikukuhkan Jadi Koordinator Nasional DEMA PTKIN

×

Presiden Mahasiswa UIN IB Padang Dikukuhkan Jadi Koordinator Nasional DEMA PTKIN

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID- Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Hidayatul Fikri, resmi dikukuhkan sebagai Koordinator Team Ketahanan Pangan dan Pembangunan Daerah Tertinggal Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) se-Indonesia dalam agenda Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Balai Diklat Keagamaan Bandung, 20–24 Mei 2026.

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi nasional mahasiswa PTKIN yang dihadiri delegasi kampus Islam negeri dari berbagai daerah di Indonesia. Forum Rapimnas DEMA PTKIN se-Indonesia itu menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memperkuat sinergi gerakan, sekaligus merumuskan langkah bersama dalam menjawab persoalan bangsa, terutama terkait ketahanan pangan dan pembangunan daerah tertinggal.

Dalam keterangannya usai pengukuhan, Hidayatul Fikri menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepadanya akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan semangat kolaborasi lintas kampus.

Baca Juga  Persiapan Reakreditasi, LAM PT-KES Lakukan Asesmen Lapangan Prodi D3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang

Menurutnya, persoalan ketahanan pangan dan ketimpangan pembangunan di daerah tertinggal merupakan tantangan nyata yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda, termasuk mahasiswa.

“Mahasiswa PTKIN harus hadir sebagai motor penggerak perubahan sosial. Ketahanan pangan dan pembangunan daerah tertinggal bukan hanya isu pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fikri.

Ia menambahkan, Team Ketahanan Pangan dan Pembangunan Daerah Tertinggal akan diarahkan menjadi wadah gerakan kolaboratif berbasis riset, pengabdian masyarakat, dan pemberdayaan potensi lokal di berbagai wilayah Indonesia.

Program yang dirancang nantinya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama di kawasan yang masih menghadapi keterbatasan akses pembangunan dan sektor pangan.

Baca Juga  Wisuda Hari Ketiga UIN IB, Rektor Beri Pesan kepada Lulusan Agar Bisa Sajikan Ilmu pada Dunia

Rapimnas DEMA PTKIN se-Indonesia sendiri berlangsung dengan sejumlah agenda strategis, mulai dari sidang organisasi, diskusi kebangsaan, hingga perumusan program kerja nasional mahasiswa PTKIN. Dalam forum tersebut, peserta juga menekankan pentingnya penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat.

Pengukuhan Hidayatul Fikri dinilai menjadi momentum penting lahirnya gerakan mahasiswa PTKIN yang lebih progresif, solutif, dan berdampak langsung terhadap pembangunan bangsa. Kehadirannya sebagai koordinator diharapkan mampu memperkuat sinergi mahasiswa Islam dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat pembangunan di daerah tertinggal di Indonesia. (*)