Berdasarkan pengetahuan tradisional peternak AKB di Solok, tipe suara kokok AKB terdiri atas beberapa tipe suara, yaitu: Rantak gumarang, Sigegek angin, Alang babega, Riak ilia aia, Ginyang, Ginyang mataci, dan Gayuang luluah (Arlina, 2026). Keragaman jumlah lenggek dan tipe suara kokok adalah objek riset yang baik dalam bidang bioakustik.
Pada ternak unggas, suara diproduksi oleh syring yaitu organ yang terdapat pada persimpangan antara trakhea dengan bronkus. Pada syring terdapat sepasang membran tymphani medial (MTM), yaitu selaput getar dan menghasilkan bunyi jika dilewati oleh udara pada saat ekspirasi. Pada sebagian besar unggas, selaput ini berupa organ yang sederhana, namun ia merupakan selaput yang kompleks pada burung penyanyi (Young, 1986). Produksi suara kokok juga dikontrol oleh sebuah daerah di otak yang disebut vocal control region (VCR).
Fungsi Suara pada Unggas
Berdasarkan tipenya ada dua jenis suara pada unggas, yaitu call (suara panggilan) dan song (suara nyanyian) (Brenowitz et al. 2003). Tipe suara call digunakan dalam berkomunikasi antar sesama, sebagai isyarat adanya musuh (respon predator), saat terkejut dan ketika menemukan makanan. Jenis suara song merupakan tipe suara sebagai pernyataan wilayah kekuasaan (territorial declare) dan sebagai atraksi untuk memikat unggas betina yang akan dikawini. Tipe suara call terdapat pada unggas jantan dan betina, sedangkan tipe song hanya terdapat pada unggas jantan. Suara hewan dapat digunakan sebagai indikator kesejahteraan (Blokhuis dan Koene, 1998), sebagai ekspresi emosional dan status fisiologi ternak (Koene, 1996). Dengan mendengarkan suara, dapat diketahui apakah seekor hewan berada dalam kondisi sehat atau sakit atau seekor ternak dalam keadaan stress atau tidak.
Nilai Ekonomis Suara Kokok
Suara memiliki nilai ekonomi tinggi. Banyak orang mampu mengolah suara dan menjadikan suaranya bernilai ekonomi, seperti penyanyi, penyair, orator, penyiar dan pembawa acara. Mereka adalah sebagian kecil orang yang meraih popularitas dan materi karena memiliki suara yang indah, merdu dan memikat. Mereka mampu mengubah suara menjadi uang dan popularitas (Rusfidra, 2003).
Selain itu, suara dapat dijadikan sebagai penanda individu, karena setiap individu mempunyai karakteristik suara unik. Tidak satupun orang ataupun hewan yang mempunyai suara persis sama, karena adanya perbedaan spektrum suara, perbedaan frekuensi dan amplitudo, baik antar individu maupun antar spesies. Tidak ada dua suara yang persis sama bunyinya. Itulah sebabnya suara dapat dijadikan sebagai sidik suara (voice printing), yang ketepatannya sama dengan sidik jari dan analisis DNA. Dalam dunia kedokteran, riset dan pemanfaatan suara sebagai alat penyembuhan sudah mulai dilakukan. Suara telah digunakan dalam proses penyembuhan (terapi suara), terutama dalam penyembuhan penyakit kejiwaan seperti stress pada manusia, dengan mendengarkan getaran suara pada frekuensi tertentu.
Pada ternak unggas seperti ayam dan burung yang memiliki suara kokok dan kicauan yang merdu memiliki harga jual lebih tinggi dari ayam yang tidak berkokok merdu. Banyak orang setelah mendengarkan kicauan burung, merasa jiwanya menjadi tenang. Suara kokok pada ayam jantan memilik potensi ekonomi cukup baik. Ayam-ayam yang memiliki suara kokok merdu cenderung memiliki nilai jual yang tinggi. Sebagai contoh ayam AKB yang menang kontes memiliki harga hingga 20 kali lebih tinggi dari ayam jantan yang tidak berkokok merdu.






