HARIANHALUAN.ID – Nama H. Yunasril Wijaya mulai mencuat dalam pembicaraan mengenai figur potensial yang dinilai memiliki perspektif berbeda untuk pembangunan Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Berangkat dari dunia usaha dan pengalaman panjang sebagai perantau di Batam, Yunasril dinilai membawa modal sosial dan ekonomi yang relevan dengan kebutuhan pengembangan kota.
Yunasril saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Batam. Dalam kapasitas tersebut, ia aktif mendorong konsolidasi, serta penguatan persatuan masyarakat Minang di perantauan.
Latar belakang sebagai pengusaha dan perantau, menjadi salah satu karakter yang membedakannya dari figur yang tumbuh dari lingkungan birokrasi. Pengalaman membangun usaha sekaligus jejaring di Batam memberikan perspektif mengenai investasi, perdagangan, peluang usaha, serta pentingnya jaringan dalam menggerakkan perekonomian.
Perspektif tersebut dinilai relevan dengan tantangan pembangunan Kota Padang ke depan. Sebagai Ibu Kota Sumatera Barat, Padang memiliki posisi strategis dalam perekonomian daerah. Kota ini menjadi salah satu pusat perdagangan, jasa, pendidikan, pariwisata dan pemerintahan di Sumbar.
Data yang tercantum dalam kajian tersebut menunjukkan ekonomi Kota Padang tumbuh 4,87 persen pada 2025. Investasi juga disebut mencapai sekitar Rp6,89 triliun, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada kategori sangat tinggi.
Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif, tantangan pembangunan Padang masih cukup besar. Kota ini dituntut tidak hanya mempertahankan pertumbuhan, tetapi juga menciptakan lompatan ekonomi melalui peningkatan investasi, pengembangan industri, pariwisata, ekonomi kreatif, penguatan UMKM, digitalisasi pemerintahan, serta penciptaan lapangan kerja.
Dalam konteks tersebut, pengalaman dunia usaha dapat menjadi salah satu perspektif yang dibutuhkan dalam pengelolaan pemerintahan kota.
Pengusaha terbiasa melihat persoalan dari sisi pasar, investasi, modal, jaringan, efisiensi dan peluang. Pendekatan tersebut dapat menjadi pelengkap bagi pengalaman birokrasi yang lebih kuat dalam aspek regulasi, administrasi pemerintahan dan pengelolaan anggaran.
Pengalaman Merantau
Pengalaman Yunasril di Batam juga menjadi bagian penting dari profilnya. Dalam kultur Minangkabau, merantau tidak sekadar bermakna berpindah tempat. Tradisi tersebut juga identik dengan proses belajar, membangun kemandirian, memperluas jaringan dan membaca peluang.
Batam menjadi salah satu daerah dengan karakter ekonomi yang berbeda dengan Padang. Kota tersebut berkembang dengan sektor industri, perdagangan, jasa, investasi, pelabuhan dan pariwisata.
Pengalaman tersebut memungkinkan seorang perantau melihat pembangunan daerah asal dari perspektif yang berbeda.












