SUMBAR

UNP Hadirkan “Rumah Pulih Nagari” untuk Kuatkan Penyintas Bencana Galodo di Malalak Utara

×

UNP Hadirkan “Rumah Pulih Nagari” untuk Kuatkan Penyintas Bencana Galodo di Malalak Utara

Sebarkan artikel ini

AGAM, HALUAN — Lebih dari enam bulan pascabencana galodo, masyarakat Nagari Malalak Utara, Kabupaten Agam, mulai kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Sawah kembali digarap, kebun dan ladang kembali dikerjakan, sementara roda perekonomian perlahan bergerak.

Namun, pemulihan pascabencana tidak selalu selesai ketika kehidupan fisik masyarakat kembali berjalan. Kondisi psikologis dan sosial penyintas juga membutuhkan perhatian agar masyarakat benar-benar mampu bangkit dan melanjutkan kehidupan.

Melihat kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan program “Rumah Pulih Nagari”.

Program ini merupakan sebuah pendampingan psikososial berbasis Psychological First Aid (PFA) yang dirancang khusus bagi masyarakat dewasa dan lansia.

Kegiatan ini diketuai Wirza Feny Rahayu, M. Psi., Psikolog dengam tim pengabdian Dr. Triave Nuzila Zahri, M. Pd., Kons, Hanifa Laura Dalimunthe, M.Psi., Psikolog. Kemudian tim pengembangan media, Aneiza, Muhammad Farras Noer Adib, Dzamar Falih Khoiri dan Adinda Emilia Rahman.

Tim pengabdian UNP juga didukung Mitra yaitu Nagari Malalak Utara, Kabupaten Agam dengan Wali Nagari, Abdul Hamid, S. PdI dan menghadirkan pemateri Mai Tiza Husna, M. Psi., Psikolog.

Ketua Program, Wirza Fenny Rahayu mengatakan program ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 20–21 Agustus 2026 di Nagari Malalak Utara.

“Dalam dua hari ini kegiatan tidak sekadar memberikan materi, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu saling mendukung dalam proses pemulihan pascabencana,” ujarnya.

Pada hari pertama, sebanyak 10 kader yang berasal dari unsur nagari, layanan kesehatan, pendidikan, serta perwakilan masyarakat mendapatkan pembekalan mengenai pendampingan psikososial.

Materi yang diberikan meliputi keterampilan mendengar, mengenali kondisi warga yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, serta praktik fasilitasi melalui roleplay. Pembekalan tersebut diberikan oleh Mai Tiza Husna, M.Psi., Psikolog, bersama Tim Pengabdian UNP.

Baca Juga  Kementerian ATR/BPN Lakukan Penjajakan Kerja Sama dengan Unand

Memasuki hari kedua, para kader langsung mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh bersama 30 peserta dewasa dan lansia.

Kegiatan dikemas secara interaktif melalui cerita, percakapan kelompok, aktivitas berbasis pengalaman sehari-hari, serta penggunaan media visual. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga terlibat dalam proses saling mendengar, berbagi pengalaman dan saling menguatkan.

Rancangan Program

Program ini didanai melalui BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan tidak dilaksanakan secara tiba-tiba. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal 2026 melalui proses pra-survei untuk melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat pascabencana.

Setelah itu, tim melakukan asesmen awal pascagalodo untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi masyarakat serta kebutuhan dukungan psikososial. Asesmen kemudian dilanjutkan secara lebih mendalam sebagai dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang sesuai dengan karakteristik masyarakat Malalak Utara.

Tim juga melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama perangkat nagari. FGD menjadi bagian penting untuk memastikan program yang dirancang benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat nagari.

Dari rangkaian proses tersebut, Tim Pengabdian UNP kemudian merancang Rumah Pulih Nagari sebagai model pendampingan psikososial yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan sesaat, tetapi juga menyiapkan masyarakat dan kader agar mampu melanjutkan proses dukungan secara mandiri.

Pemulihan Bukan Sekadar Kegiatan Dua Hari

Salah satu kekuatan program Rumah Pulih Nagari terletak pada upaya memastikan kegiatan tetap berlanjut setelah tim pengabdian UNP meninggalkan lokasi.

Tim UNP menginventarisasikan teknologi sosial berbasis PFA kepada Nagari Malalak Utara yang dapat digunakan kembali oleh kader untuk mendampingi masyarakat.

Baca Juga  5 Pemuda Terbaik Sumbar Terima Penghargaan Pemuda Berprestasi Bidang Iptek 2022

Sejumlah perangkat yang diberikan antara lain Playbook/Modul Kader Rumah Pulih Nagari, Kartu Alur Pertemuan, Kartu Cerita Kehidupan, Tikar Lipat Kegiatan, Tas Cerita, Papan Magnet, serta berbagai media pendukung lainnya.

Media tersebut dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik masyarakat setempat. Aktivitas dibuat sederhana, lebih banyak menggunakan media visual dan komunikasi lisan, serta tidak bergantung pada kemampuan membaca dan menulis.

Dengan demikian, perangkat tersebut diharapkan tetap mudah digunakan dalam kegiatan bersama masyarakat dewasa maupun lansia.

“Yang ingin kami tinggalkan bukan hanya materi, tetapi kemampuan dan alat yang dapat terus digunakan masyarakat setelah tim pengabdian kembali,” demikian semangat yang mendasari program Rumah Pulih Nagari.

Melalui pendekatan tersebut, kader diharapkan dapat berperan sebagai teman dengar pertama di komunitas. Kader bukan pengganti psikolog maupun tenaga kesehatan, tetapi menjadi pihak yang dapat memberikan dukungan awal, mengenali kebutuhan warga, sekaligus menghubungkan masyarakat dengan layanan yang tepat apabila diperlukan.

Ke depan, program akan diperkuat melalui monitoring dan evaluasi keberlanjutan. Langkah ini dilakukan untuk melihat sejauh mana teknologi sosial yang telah diinventarisasikan dapat terus dimanfaatkan oleh kader dan masyarakat Nagari Malalak Utara.

Bagi Tim Pengabdian UNP, pemulihan pascabencana bukan hanya mengenai pembangunan kembali rumah, sawah maupun aktivitas ekonomi.

Pemulihan juga berarti memastikan masyarakat memiliki ruang untuk bercerita, didengar, saling terhubung, serta perlahan menemukan kembali rasa aman dan kekuatan untuk melanjutkan kehidupan.

Melalui Rumah Pulih Nagari, semangat tersebut dirangkum dalam tiga pesan sederhana: Temani, Dengarkan, Kuatkan. (h/yes)