Program ini diketuai oleh Dr. Ir. Harison, M.Kom., M.Pd.T, IPM. bersama tim dosen yang terdiri atas Dr. Drs. Khairil Anwar, M.Si., Prof. Dr. Dra. Silvia Rosa, M.Hum, Dr. Sosmiarti, S.E., M.Si dan Dr. Armansyah, MP, Kegiatan juga melibatkan mahasiswa, yaitu Vawqa Maulana Shova Khanh, Varazifa Bismi Ahda, Muhammad Hilman Hakim, Ferel Aditia, dan Muhammad Thariq Aulta sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi dosen, mahasiswa, pemerintah nagari, dan masyarakat diharapkan menjadi model
sinergi antara perguruan tinggi dan daerah dalam membangun ekonomi lokal.
Pendirian unit usaha AMDK tentu bukan sekadar membeli mesin produksi. Tahapan yang harus dipersiapkan meliputi kajian kualitas air, analisis kelayakan usaha, pengurusan legalitas, sertifikasi mutu, penyusunan identitas merek, strategi pemasaran, hingga pembentukan sistem
manajemen usaha yang profesional. Seluruh proses tersebut akan didampingi oleh tim
Universitas Andalas agar unit usaha yang dibangun memiliki daya saing dan mampu
berkembang secara berkelanjutan.
Apabila program ini berhasil diwujudkan, manfaat yang diperoleh tidak hanya berupa
tersedianya produk air minum dalam kemasan. Lebih dari itu, akan lahir lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, meningkatnya kapasitas sumber daya manusia, bertambahnya pendapatan
BUMNag, tumbuhnya usaha-usaha pendukung seperti distribusi, pemasaran, dan percetakan
kemasan, serta meningkatnya Pendapatan Asli Nagari melalui aktivitas ekonomi yang produktif. Hilirisasi juga akan memperkuat posisi Sungai Tanang sebagai nagari yang mampu mengelola kekayaan alamnya sendiri dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sudah saatnya masyarakat tidak hanya dikenal sebagai penjaga mata air, tetapi juga sebagai pemilik industri yang lahir dari mata air tersebut. Air yang selama ini mengalir keluar nagari sebagai bahan baku harus mulai diubah menjadi produk bernilai tambah yang membawa nama Sungai Tanang ke pasar yang lebih luas. Di sinilah makna sesungguhnya dari hilirisasi mengubah sumber daya setengah baku menjadi kegiatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Transformasi Nagari Sungai Tanang bukan hanya tentang membangun pabrik Air Minum Dalam Kemasan. Transformasi yang lebih besar adalah membangun kemandirian masyarakat melalui pendidikan, inovasi, kolaborasi, dan keberanian mengelola potensi lokal. Ketika ilmu pengetahuan bertemu dengan komitmen pemerintah nagari dan semangat masyarakat, maka Mata Air Tiagan tidak lagi sekadar menjadi sumber air, tetapi akan menjadi sumber kemajuan ekonomi yang mengalir bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang.






