OPINI

Demi Sekolah Impian

×

Demi Sekolah Impian

Sebarkan artikel ini
Junaidi
PNS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Junaidi

Saya terdiam cukup lama membaca pesan itu. Sebagai sesama seorang ayah dan suami, saya dapat merasakan betapa berat beban yang sedang ia pikul. Ia bukan hanya merasa bersalah kepada anaknya, tetapi juga kepada istrinya.

Sayangnya, dalam kondisi seperti itu, saya hanya bisa memintanya bersabar dan mendoakan agar ada jalan terbaik untuk pendidikan anaknya.

Dua hari sebelumnya, seorang rekan kerja dari instansi lain juga menghubungi saya dengan kisah yang hampir sama. Ia bermaksud mendaftarkan putri kesayangannya ke salah satu SMP favorit eks RSBI di Kota Padang.

Namun, tanpa sengaja ia juga salah memilih sekolah. Ia pun berharap registrasinya bisa dibatalkan. Jawabannya tetap sama: tidak bisa. Kekecewaannya pun tak mampu ia sembunyikan.

Baca Juga  SMPN 35 Padang Perkuat Sinergi dengan Orang Tua, Bahas Program Sekolah dan Pembentukan Komite

Dari dua kisah nyata itu saya kemudian merenung. Ternyata, kesempatan untuk bersekolah di sekolah yang dianggap ideal masih menjadi sesuatu yang sangat berharga di negeri kita ini.

Entah berapa banyak orang tua dan anak-anak yang setiap tahun harus menelan kekecewaan karena gagal masuk ke sekolah yang mereka impikan. Itu baru pada jenjang SMP, belum lagi SMA, apalagi perguruan tinggi, yang tantangannya tentu jauh lebih besar.

Memang, dalam dua kasus tersebut, penyebab utamanya adalah kelalaian orang tua ketika memilih sekolah. Namun, di balik peristiwa itu tersimpan persoalan yang lebih mendasar, yakni mutu sekolah yang belum sepenuhnya merata. Selama kualitas sekolah masih dipersepsikan berbeda-beda, masyarakat akan terus memilih-milih sekolah.

Baca Juga  Kabupaten Solok Kembali Terapkan Sekolah 6 Hari

Bayangkan seandainya sekolah-sekolah kita seperti gerai KFC—perumpamaan dan analogi ini semata-mata untuk memudahkan pemahaman. Orang tidak terlalu memikirkan harus makan di cabang yang mana.

Mereka percaya bahwa rasa makanan, kualitas produk, harga, maupun pelayanannya relatif sama di mana pun berada. Kepercayaan itulah yang membuat masyarakat tidak memiliki kekhawatiran ketika memilih.

Dalam konteks pemerataan akses dan mutu pendidikan, pendekatan seperti itu menarik untuk dipelajari. Setidaknya ada beberapa prinsip yang dapat menjadi inspirasi.

Pertama, lokasi gerai KFC umumnya berada di tempat yang strategis dan mudah dijangkau.