PADANG, HARIANHALUAN.ID — Keterbatasan inovasi dalam pembelajaran matematika di sekolah masih menjadi persoalan yang kerap dihadapi guru. Metode pembelajaran yang cenderung konvensional membuat siswa kurang terlibat aktif dan sulit mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan nyata. Kondisi ini menuntut adanya terobosan baru yang mampu menjembatani kebutuhan pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman.
Menjawab tantangan tersebut, Departemen Matematika Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertaraf internasional melalui pelatihan pengembangan kompetensi guru. Kegiatan ini mengusung pendekatan pembelajaran outdoor berbasis etnomatematika dengan dukungan aplikasi MathCityMap, serta melibatkan kolaborasi dengan mitra dari Sri Lanka.
Kegiatan bertajuk “Developing Mathematics Teacher Competence through Training in Ethnomathematics-Based Outdoor Learning Design with the MathCityMap Application in Sri Lanka and Indonesia” ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih inovatif dan relevan secara global.
Pelatihan ini diketuai oleh Dr. Yulyanti Harisman, S.Si., M.Pd., bersama tim yang terdiri dari Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd., M.Sc., Dra. Hj. Fitrani Dwina, M.Ed., Dra. Sri Elniati, M.A., dan Dr. Suherman, S.Pd., M.Si. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa peneliti, Hafizatunnisa dan Hardi Setiawan, serta mitra internasional Raveenthiran Vivekanantharasa, B.Ed, HNDE, CTHE, DiTech, M.Sc, MPhil-PhD dari The Open University of Sri Lanka.
Dalam sambutannya, Dr. Yulyanti Harisman menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali guru dengan kemampuan merancang pembelajaran yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga mengangkat nilai-nilai budaya lokal melalui pendekatan etnomatematika.
“Untuk pelatihan berlangsung selama tiga hari, 29 hingga 31 Januari 2026 lalu. Hari pertama difokuskan pada pengenalan konsep outdoor learning dan etnomatematika serta penggunaan aplikasi MathCityMap sebagai media pembelajaran interaktif. Pada hari kedua, peserta mulai merancang desain pembelajaran dan menyusun math trail, yaitu lintasan pembelajaran berbasis masalah matematika yang dikaitkan dengan objek nyata di lingkungan sekitar. Kegiatan ini mendorong guru untuk lebih kreatif dalam mengembangkan soal kontekstual,” katanya kepada Haluan kemarin di Padang.
Selanjutnya kata Dr Yulyanti, hari ketiga menjadi tahap finalisasi, di mana peserta menyempurnakan produk pembelajaran yang telah dirancang. Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya untuk mendapatkan masukan dari tim pelatih dan dewan juri.
Materi etnomatematika disampaikan oleh Dr. Suherman, S.Pd., M.Si., sementara penggunaan aplikasi MathCityMap dipandu oleh Aqilul Asra, S.Pd. Seluruh rangkaian kegiatan dimoderatori oleh Hafizatunnisa, M.Pd., yang turut mendampingi peserta secara intensif. Mitra dari Sri Lanka, Raveenthiran Vivekanantharasa, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi ini dan menilai bahwa kegiatan semacam ini penting untuk memperluas wawasan global guru. Ia juga bertindak sebagai dewan juri bersama Dra. Hj. Fitrani Dwina, M.Ed. dan Dra. Sri Elniati, M.A,” ungkapnya.
Pada akhir kegiatan, dewan juri menetapkan pemenang berdasarkan kualitas desain pembelajaran yang dihasilkan. Juara pertama diraih oleh Heru Fitra Desandi, S.Pd, disusul Pipin Sumarni, M.Pd sebagai juara kedua, dan Viro Handoko, S.Pd sebagai juara ketiga. Karya-karya yang dihasilkan menunjukkan bahwa guru mampu mengintegrasikan konsep matematika dengan budaya dan lingkungan sekitar secara kreatif. Hal ini menjadi indikator bahwa pendekatan etnomatematika berbasis teknologi dapat menjadi solusi atas permasalahan pembelajaran yang selama ini dihadapi.
“Melalui kegiatan ini, Departemen Matematika UNP tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan kompetensi guru, tetapi juga memperkuat jejaring internasional. Diharapkan, hasil pelatihan ini dapat diimplementasikan di sekolah sehingga menciptakan pembelajaran matematika yang lebih inovatif, kontekstual, dan bermakna bagi siswa,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru MGMP Matematika SMP se-Kota Padang yang berasal dari berbagai sekolah, di antaranya Nopri Juni Zulnis Pardi, S.Pd.I dari SMPN 6 Padang, Nora Okrimita, S.Pd dari SMPN 17 Padang, Heru Fitra Desandi, S.Pd dari SMP Perguruan Islam Ar-Risalah, Wina Fajriah, S.Pd.I dari SMPN 24 Padang, Friyenti, M.Pd dari SMPN 18 Padang, Syukriati, M.Pd dari SMPN 27 Padang.
Selanjutnya, Suci Ramadhani, M.Pd dari SMPN 26 Padang, Anis Rachmawati, S.Pd dari SMP Manjushri, Amelya Sri Emina, M.Pd dari SMPN 31 Padang, Pipin Sumarni, M.Pd dari SMPN 22 Padang, Umi Kadarsih, S.Pd dari SMP Adabiah, Beti Angreni, S.Pd dari SMPN 40 Padang, Yanni A., M.Pd dari SMPN 7 Padang, Viro Handoko, S.Pd dari SMPN 24 Padang, Yefrawesi, S.Pd dari SMPN 7 Padang, Hari Kurniawan, S.Pd dari SMPN 2 Padang, Ilhamdani, S.Pd.I dari SMPN 6 Padang, Rezi Harlina, S.Si dari SMPN 8 Padang, Artina, M.Pd dari SMPN 12 Padang, Rahmi Fadhila, S.Pd dari SMPN 1 Padang, serta Novianti, S.Pd dari SMPN 3 Padang. (*)












