SUMBAR

Lawan Sampah dari Hulu, DLH Sumbar Mulai Budidayakan Maggot BSF

×

Lawan Sampah dari Hulu, DLH Sumbar Mulai Budidayakan Maggot BSF

Sebarkan artikel ini
oplus_0

Pemanfaatan BSF juga tidak berhenti pada proses penguraian sampah. Larva yang telah dibesarkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk pakan ikan maupun unggas.

Sementara hasil samping pengolahan dapat dikembangkan menjadi bahan yang bernilai guna, termasuk kompos atau pupuk organik setelah melalui proses pengolahan yang sesuai.

Dengan demikian, konsep yang sedang diuji DLH Sumbar bukan hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga membuka kemungkinan lahirnya model ekonomi sirkular.

Sampah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan diarahkan menjadi bahan baku. Maggot yang dihasilkan dapat memiliki nilai ekonomi, sementara residu organiknya dapat dimanfaatkan kembali.

Baca Juga  Resmi Dilantik, METI Sumbar Siap Kawal Transisi Energi Bersih

“Jadi kita tidak hanya berpikir bagaimana sampah ini dibuang, tetapi bagaimana sampah bisa memberikan manfaat dan nilai tambah,” ungkapnya.

Meski demikian, Tasliatul Fuadi menegaskan instalasi yang saat ini dikembangkan masih dalam tahap percontohan. DLH Sumbar masih mengevaluasi efektivitasnya, termasuk kapasitas pengolahan, jenis sampah yang paling sesuai, kebutuhan operasional serta peluang penerapannya di berbagai daerah.

Jika model tersebut menunjukkan hasil yang baik, bukan tidak mungkin pengolahan sampah berbasis BSF dikembangkan lebih luas, baik di lingkungan masyarakat, kawasan permukiman maupun unit-unit pengelolaan sampah.

Baca Juga  Ditlantas Polda Sumbar Terapkan e-BPKB, Layanan Administrasi Kendaraan Masuki Era Digital

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari perubahan paradigma pengelolaan sampah di Sumatra Barat: dari angkut dan buang, menuju pilah, olah dan manfaatkan.

“Ini yang sedang kita dorong. Kita ingin ada model yang bisa dicontoh dan dikembangkan. Tidak semua sampah harus berakhir di TPA,” pungkasnya. (*)