PADANG, HARIANHALUAN.ID — Tumpukan sampah organik yang selama ini berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) mulai dicari jalan keluarnya dari sumbernya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatra Barat kini mengembangkan instalasi pengolahan sampah berbasis Black Soldier Fly (BSF) atau yang lebih dikenal sebagai maggot.
Instalasi percontohan tersebut telah mulai berjalan sekitar dua minggu terakhir. Bukan sekadar tempat budidaya maggot, fasilitas ini dirancang sebagai salah satu model pengolahan sampah organik yang dapat diterapkan dari hulu, sehingga sampah tidak seluruhnya berakhir di TPA.
Kepala DLH Provinsi Sumatra Barat, Tasliatul Fuadi, mengatakan pengembangan pengolahan sampah menggunakan BSF merupakan bagian dari upaya pemerintah mencari pola pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Menurutnya, sampah organik memiliki potensi besar untuk diolah kembali. Salah satu teknologi yang relatif sederhana dan dapat dikembangkan masyarakat adalah memanfaatkan larva lalat tentara hitam untuk mengurai limbah organik.
“Ini masih instalasi percontohan. Sudah berjalan sekitar dua minggu. Kita ingin melihat sejauh mana sampah organik bisa kita olah dengan memanfaatkan maggot,” ujarnya ditemui Haluan di instalasi Maggot BSF DLH Sumbar Sabtu (15/8/2026)
Fuadi menjelaskan bahwa Maggot BSF memiliki kemampuan mengonsumsi bahan organik dalam jumlah besar. Sisa makanan, sayuran, buah-buahan dan limbah organik rumah tangga yang sebelumnya dibuang begitu saja dapat menjadi sumber pakan bagi larva tersebut.
Di titik inilah DLH Sumbar melihat peluang yang lebih besar. Pengolahan sampah tidak lagi semata-mata berbicara tentang bagaimana mengangkut sampah dari permukiman menuju TPA, tetapi bagaimana volume sampah yang dibuang dapat ditekan sejak dari sumbernya.
Menurutnya pendekatan lini penting mengingat persoalan sampah semakin kompleks. Jika seluruh sampah dikumpulkan, diangkut dan dibuang ke TPA, beban pengelolaan pada akhirnya akan semakin berat.
“Prinsipnya bagaimana sampah ini kita kurangi dari sumbernya. Sampah organik jangan semuanya dibawa ke TPA kalau masih bisa kita olah,” ujarnya.












