SAWAHLUNTO, Harian Haluan. id – MTsN 2 Kota Sawahlunto kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pelaksanaan Lokakarya bertema “Optimalisasi Peran Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Menciptakan Pembelajaran Inklusif dan Ramah Anak” Tahun Pelajaran 2025/2026.
Kegiatan yang berlangsung di madrasah tersebut dibuka Senin (22/6/26) dan akan berlangsung selama dua hari hingga Selasa (23/6/26).
Lokakarya tersebut menjadi forum strategis bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk memperkuat kompetensi, memperkaya wawasan, serta menyatukan langkah dalam mewujudkan pembelajaran yang inklusif, aman, nyaman, dan berpihak kepada kebutuhan setiap peserta didik. Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Kota Sawahlunto berupaya membangun budaya madrasah yang menghargai keberagaman serta menjunjung tinggi hak-hak anak dalam memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, SAg, MM ketika membuka acara mengapresiasi pelaksanaan lokakarya yang dinilai relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.
Kakankemanag menyampaikan kegiatan itu sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan madrasah. Ia menegaskan bahwa lokakarya ini mendukung implementasi Asta Protas Kementerian Agama sekaligus memperkuat tagline madrasah, yakni “Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia.”
Zulkifli menegaskan bahwa guru harus memiliki wawasan luas dan hati bersih, sementara peserta didik perlu dibina agar memiliki kepedulian sosial yang tinggi melalui penerapan prinsip Asah, Asih, dan Asuh, sehingga tercipta lingkungan pembelajaran yang inklusif, ramah anak, serta mampu menerima dan menghargai setiap individu sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.

Kepala MTsN 2 Kota Sawahlunto, Tatis Arni, SAg, MPd menyampaikan pembelajaran inklusif dan ramah anak merupakan kebutuhan yang harus diwujudkan di setiap satuan pendidikan. Madrasah harus mampu menjadi rumah kedua yang memberikan rasa aman, nyaman, dan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Pembukaan lokakarya ditandai dengan pemasangan kokarde kepada perwakilan peserta oleh Kakankemenag. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu menghasilkan berbagai gagasan dan strategi inovatif dalam mewujudkan pembelajaran yang inklusif dan ramah anak.
Suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi tampak mewarnai kegiatan pembukaan. Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTsN 2 Kota Sawahlunto turut mengikuti sesi foto bersama. (humas).






