PENDIDIKAN

Guru PAI Pasaman Ikuti Pelatihan Pendidikan Karakter untuk Tekan Kasus Kekerasan Anak

×

Guru PAI Pasaman Ikuti Pelatihan Pendidikan Karakter untuk Tekan Kasus Kekerasan Anak

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, HALUAN – Upaya menekan angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Pasaman terus dilakukan melalui berbagai pendekatan, salah satunya dengan memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tergabung dalam Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) mengikuti pelatihan dan pendampingan pendidikan karakter guna meningkatkan peran mereka dalam mencegah dan mengatasi kekerasan terhadap anak.

Pelatihan tersebut dilatarbelakangi meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Pasaman dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data yang ada, jumlah kasus tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan total 128 kasus. Kondisi ini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan institusi pendidikan.

Salah satu faktor yang dinilai berkontribusi terhadap terjadinya kekerasan terhadap anak adalah rendahnya pendidikan karakter di tengah masyarakat, khususnya dalam lingkungan keluarga. Kurangnya pendidikan karakter dapat memicu rendahnya rasa empati, lemahnya nilai moral, serta tingginya emosi orang tua, anggota keluarga, maupun masyarakat yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan tindakan kekerasan terhadap anak.

Baca Juga  Dinas Pariwisata Sumbar Gelar Sekolah Taman Bumi di Kamang

Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan tersebut, para guru PAI melalui AGPAII melaksanakan pelatihan dan pendampingan pendidikan karakter sekaligus menyusun berbagai program yang bertujuan mengurangi dan menyelesaikan persoalan kekerasan terhadap anak, baik yang terjadi di lingkungan sekolah, rumah tangga, maupun masyarakat.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan tahap pertama dilaksanakan pada Sabtu (20/6/2026) di Aula SMP Negeri 1 Lubuk Sikaping. Kegiatan menghadirkan tim narasumber dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) yang dipimpin oleh Dr. Rahmi, M.A., dengan anggota Dr. Julhadi, M.A., dan Dr. Surya Afdal, M.A. Kegiatan tersebut juga didukung oleh dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam jenjang strata satu.

Dr. Rahmi menyampaikan bahwa penguatan pendidikan karakter menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. Melalui pelatihan ini, guru PAI diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memberikan pendidikan agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat kepada peserta didik dan masyarakat.

Baca Juga  Miftahul Jannah, Menjemput Asa Meniti S3 di Usia Muda

Pelatihan dan pendampingan pendidikan karakter bagi guru PAI ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang menjadi agenda tahunan dan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2026.

Melalui program tersebut, para peserta diharapkan dapat merancang dan mengimplementasikan berbagai program pendidikan karakter yang efektif sehingga mampu menekan angka kekerasan terhadap anak, dimulai dari lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat luas. Dengan sinergi berbagai pihak, kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Pasaman diharapkan dapat terus berkurang di masa mendatang. (*)