AGAM, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kabupaten Agam terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Bupati Agam, Benni Warlis, secara simbolis menyerahkan bantuan RTLH tahun 2026 kepada warga Kecamatan Baso dan Ampek Angkek di Masjid Al Huda, Nagari Padang Tarok, Selasa (23/6/2026).
Program tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini masih menempati rumah dengan kondisi memprihatinkan.
Bupati Agam, Benni Warlis, mengatakan, Pemkab Agam tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar untuk merehabilitasi 72 unit rumah tidak layak huni melalui dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Agam.
Tak hanya itu, pemerintah pusat juga turut mendukung melalui dana APBN sebesar Rp3,3 miliar untuk rehabilitasi 165 unit RTLH.
“Total ada 237 unit rumah yang akan direhabilitasi tahun ini. Kami berharap masyarakat dapat ikut bergotong royong dan berswadaya agar kualitas rumah yang dibangun menjadi lebih baik,” ujar Benni didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Agam, Rinaldi.
Data Pemkab Agam mencatat, saat ini masih terdapat sekitar 4 ribu rumah tidak layak huni atau sekitar 2,9 persen dari total 136 ribu Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Agam. Karena itu, program RTLH menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kepala Dinas Perkim Agam, Rinaldi, menegaskan bantuan RTLH diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi hunian warga.
“Bantuan yang diberikan bersifat stimulan. Kami berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk toko bangunan maupun para donatur, agar proses rehabilitasi rumah dapat berjalan optimal,” katanya.
Sementara itu, Wali Nagari Padang Tarok, Hendri, menyebutkan tahun ini sebanyak empat kepala keluarga di nagarinya menerima bantuan rehabilitasi rumah. Meski demikian, masih terdapat sekitar 15 keluarga lain yang juga membutuhkan bantuan serupa.
“Pelaksanaan rehab nantinya akan dilakukan secara bergotong royong bersama masyarakat,” ujarnya.
Kebahagiaan pun dirasakan salah seorang penerima bantuan, Putri Mulyati. Selama 25 tahun terakhir, ia bersama enam anggota keluarganya tinggal di rumah berdinding bambu yang kondisinya jauh dari layak.
“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur mendapat bantuan ini. Rumah ini sudah kami tempati selama puluhan tahun bersama empat orang anak,” ungkap Putri haru. (*)












