Ia menjelaskan bahwa sekolah tidak diperbolehkan melakukan pungutan kepada orang tua. Namun, komite membuka ruang musyawarah apabila terdapat dukungan sukarela dari wali murid untuk membantu memenuhi kebutuhan fasilitas sekolah.
“Yang kami bangun adalah semangat kebersamaan dan gotong royong. Semua dilakukan secara sukarela melalui komunikasi yang terbuka, demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi anak-anak,” ujarnya.
Bill Samli juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, guru, komite dan orang tua. Menurutnya, komunikasi yang baik akan memudahkan penyelesaian berbagai persoalan yang mungkin muncul selama proses pembelajaran.
Ia menyebut, keberhasilan siswa kelas IX sebelumnya mampu meraih tingkat kelulusan 100 persen, sehingga menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan pada tahun ajaran berikutnya.
Selama diskusi berlangsung, para wali murid turut menyampaikan berbagai masukan terkait kebutuhan fasilitas sekolah dan peningkatan kualitas layanan pendidikan. Forum tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi dan menjalin kerja sama yang lebih erat demi mendukung keberhasilan peserta didik.
Pertemuan ditutup dengan harapan agar seluruh hasil pembahasan dapat segera ditindaklanjuti melalui sinergi antara pihak sekolah, komite, dan orang tua, sehingga SMPN 35 Padang semakin mampu menghadirkan lingkungan belajar yang kondusif, serta melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)












