PADANG, HARIANHALUAN.ID — Universitas Andalas (UNAND) kembali memperkuat kapasitas akademiknya dengan mengukuhkan tujuh guru besar baru sehingga totalnya mencapai 230 orang tersebar di 15 fakultas. Pengukuhan tersebut menjadi langkah strategis universitas dalam memperkuat riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat guna meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.
Rektor UNAND, Efa Yonnedi, menegaskan bahwa jabatan Guru Besar bukan sekadar pencapaian tertinggi dalam karier akademik, melainkan amanah besar untuk memimpin pengembangan ilmu pengetahuan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pengukuhan Guru Besar bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari amanah yang semakin besar. Guru Besar memiliki posisi strategis sebagai pemimpin intelektual yang mengarahkan pengembangan keilmuan sekaligus membangun ekosistem akademik yang unggul, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Efa, Sabtu (27/6).
Tujuh Guru Besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum., Prof. Dr. Helmizar, S.K.M., M.Biomed., Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., Prof. Dr. dr. Rima Semiarty, M.A.R.S., F.I.S.P.H., F.I.S.C.M., Sp.K.K.L.P., Subsp.C.O.P.C., Prof. Dr. Azrimaidaliza, S.K.M., M.K.M., Prof. Masyhuri Hamidi, S.E., M.Si., Ph.D., CFP., CRP., QWP., serta Prof. Ir. Mas Mera, M.T., Ph.D.
Dengan penambahan tersebut, ujar rektor, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menjadi fakultas dengan jumlah Guru Besar terbanyak, yakni 41 orang, disusul Fakultas Teknik sebanyak 34 orang, serta Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan yang masing-masing memiliki 29 Guru Besar.
Menurut Efa, keberadaan Guru Besar merupakan aset strategis bagi universitas dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Perguruan tinggi, katanya, tidak lagi hanya dituntut menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan melalui riset dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Saya mendorong seluruh Guru Besar untuk terus meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi, memperluas jejaring kerja sama nasional maupun internasional, serta mempercepat hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, dunia industri, dan masyarakat luas,” katanya.
Ia menambahkan, hasil riset para Guru Besar diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pada sektor kesehatan, pangan, energi, lingkungan, teknologi, sosial, ekonomi, hingga kebijakan publik. Dengan demikian, penelitian yang dihasilkan tidak hanya berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi solusi nyata yang berkontribusi terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh Guru Besar untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah publikasi, paten, atau peringkat internasional, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberi manfaat dan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Pada acara pengukuhan guru besar yang berlangsung di Convention Hall kampus Limau Manis tersebut, Efa menyampaikan apresiasi kepada tujuh Guru Besar yang baru dikukuhkan. Ia berharap para profesor dapat terus menjaga integritas akademik, melahirkan inovasi yang bermanfaat, serta menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dan generasi penerus dalam memajukan Universitas Andalas, bangsa, dan kemanusiaan. (*)
UNAND Kukuhkan 7 Guru Besar Perkuat Riset Nasional












