KAMPUS

UNAND Fokus Rebranding Prodi Sepi Peminat

×

UNAND Fokus Rebranding Prodi Sepi Peminat

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah berencana menutup sejumlah prodi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi masa depan. Menanggapi wacana tersebut, Universitas Andalas (UNAND) melalui Rektor Efa Yonnedi mengatakan bahwa tidak ada prodi yang seharusnya dihapus, melainkan perlu ditransformasi agar tetap relevan dengan tantangan zaman dan kebutuhan industri.

Menurut Efa, setiap prodi memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa. Karena itu, pendekatan yang tepat bukanlah menutup prodi, tetapi memperkuat relevansi kurikulum dan kompetensi lulusan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

“Setiap prodi itu penting. Tidak ada penghapusan prodi. Yang kita lakukan adalah bagaimana menjadikan prodi ini relevan dengan tantangan zaman. Tidak ada penutupan prodi sama sekali di UNAND, tetapi bagaimana mentransformasi prodi itu menjadi relevan dan memproduksi konten yang dibutuhkan,” ujarnya, beberapa hari lalu.

Baca Juga  Lanjutan Sidang Perkara Ganti Rugi Lahan Tol Padang-Pekanbaru, Saksi Sebut Harus Dahulukan Azas Administrasi 

Ia mengungkapkan, beberapa program studi yang saat ini mengalami penurunan peminat berasal dari bidang pertanian dan peternakan. Namun, kondisi tersebut dinilai bukan berarti peluang kerja lulusan dari bidang itu semakin sempit.

Efa justru menilai sektor pertanian dan peternakan memiliki prospek besar, terutama di tengah fokus pemerintah mendorong swasembada pangan nasional. Menurutnya, kebutuhan sumber daya manusia di bidang tersebut akan terus meningkat seiring penguatan sektor pangan dan ketahanan nasional.

“Lapangan kerja untuk prodi ini sangat luas. Apalagi pemerintah tengah serius mengejar swasembada pangan. Tentu program studi yang terkait pertanian dan peternakan sebetulnya diuntungkan,” katanya.

Sebagai upaya meningkatkan daya tarik program studi, UNAND kini melakukan sejumlah langkah pembenahan. Salah satunya melalui rebranding program studi agar lebih dekat dengan perkembangan zaman dan minat generasi muda.

Baca Juga  Perkuat Budaya Riset, Program Magister Komunikasi UNAND Gelar Workshop Penulisan Jurnal Bereputasi

Selain itu, kata Efa, evaluasi kurikulum juga dilakukan dengan menyesuaikan materi pembelajaran terhadap kebutuhan industri serta tantangan dunia kerja saat ini. UNAND juga memperkuat muatan kewirausahaan dalam proses pembelajaran agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.

“Kami melakukan penyesuaian dengan kondisi saat ini, mulai dari rebranding program studi hingga evaluasi kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan kekinian,” tutur Efa.

Ia menegaskan, perguruan tinggi tidak bisa lagi bergantung pada pola pendidikan lama. Kampus, kata dia, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat tanpa harus menghilangkan program studi yang telah ada.

Menurut Efa, transformasi pendidikan tinggi menjadi langkah penting untuk memastikan lulusan perguruan tinggi tetap kompetitif di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. (*)