KABA RANAHUTAMA

Tradisi Qurban Surau Palo Silungkang Tigo Kembali Semarak, 26 Ekor Sapi Disembelih untuk Warga

×

Tradisi Qurban Surau Palo Silungkang Tigo Kembali Semarak, 26 Ekor Sapi Disembelih untuk Warga

Sebarkan artikel ini

SILUNGKANG, HARIANHALUAN.ID – Suasana hangat penuh kebersamaan dan nilai religius terasa begitu kuat di lingkungan Surau Palo Silungkang Tigo, Kota Sawahlunto, pada perayaan Hari Raya Iduladha tahun ini.

Tradisi qurban yang telah berlangsung turun-temurun kembali digelar meriah, dengan semangat gotong royong antara warga kampung dan perantau yang tetap menjaga ikatan kekeluargaan meski terpisah jarak.

Tahun ini, Panitia Pelaksana Qurban Surau Palo Silungkang Tigo berhasil menghimpun sebanyak 26 ekor sapi qurban yang disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat.

Pelaksanaan qurban dilakukan secara bertahap di dua lokasi berbeda. Pada Hari Raya Iduladha, penyembelihan sebanyak 13 ekor sapi dilaksanakan di Kota Padang sebagai lokasi berkumpulnya warga perantauan.

Baca Juga  Nagari Durian Tinggi Ditetapkan sebagai Nagari Tanggap Bencana Berstatus Madya

Sementara itu, pada hari kedua Iduladha, kegiatan dilanjutkan di kampung halaman, tepatnya di lingkungan Surau Palo, Silungkang Tigo, dengan penyembelihan 13 ekor sapi lainnya.

Prosesi penyembelihan berlangsung khidmat dan sesuai syariat Islam, diawali doa bersama, serta melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan warga yang secara sukarela bergotong royong membantu jalannya kegiatan.

Panitia qurban yang berjumlah sekitar 50 orang tampil kompak mengenakan seragam khusus dengan warna dan corak berbeda setiap tahunnya, menjadi ciri khas tersendiri dalam tradisi qurban Surau Palo.

Untuk pendistribusian daging qurban, panitia menggunakan sistem kupon yang telah dipersiapkan secara rapi. Setiap ekor sapi dibagi dalam tujuh kupon induk dan 70 kupon kecil, guna memastikan pembagian daging tersalurkan merata kepada masyarakat yang berhak menerima.

Baca Juga  Terkait Asap Karhutla, Pemda Diminta Tingkatkan Layanan Kesehatan

Tidak hanya itu, kegiatan qurban di Surau Palo juga memiliki tradisi unik yang selalu dinanti masyarakat setiap tahunnya. Panitia menyediakan hidangan khusus berupa sop dan sate yang dimasak langsung di lokasi kegiatan menggunakan daging qurban dari satu keluarga yang memang diperuntukkan untuk konsumsi bersama.

Selain pembagian daging segar, panitia juga menyiapkan olahan khas seperti rendang dan dendeng asap yang dapat dikirim kepada peserta qurban di perantauan sesuai permintaan.

Ketua Panitia Qurban, Yusron Dahlan yang akrab disapa Mak Son, mengatakan tradisi qurban tersebut telah berlangsung sejak tahun 2000 dan terus dipertahankan hingga sekarang.