PADANG, HARIANHALUAN.ID — Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu bencana hidrometeorologis di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar). Banjir dilaporkan terjadi di beberapa titik. Bahkan, banjir bandang yang menerjang Nagari Alahan Mati, Kabupaten Pasaman Barat telah mengakibatkan korban jiwa.
Juru Bicara (Jubir) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Ilham Sahab mengatakan, curah hujan dengan durasi panjang menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah sungai di Sumbar. Kondisi tersebut berdampak pada terjadinya banjir di Kota Padang, Kabupaten Sijunjung, hingga banjir bandang di Pasaman Barat.
“Akibat hujan lebat, beberapa sungai meluap. Di Pasaman Barat, tepatnya di Nagari Alahan Mati, terjadi banjir bandang yang menyebabkan dua orang hanyut. Satu korban sudah ditemukan, sementara satu lainnya masih dalam pencarian,” ujar Ilham kepada Haluan, Rabu (15/4).
Peristiwa banjir bandang yang terjadi di kawasan Jembatan Lalang, Alahan Mati Mudiak itu sebelumnya dilaporkan terjadi pada Selasa (14/2). Bencana tersebut tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan permukiman warga.
BPBD Sumbar, kata Ilham, telah berkoordinasi dengan BPBD Pasaman Barat dan langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen. Tim bertugas menginventarisasi kebutuhan peralatan serta memastikan langkah penanganan berjalan optimal. “Laporan terakhir, kondisi air sudah surut. Warga yang sempat mengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing dan mulai melakukan pembersihan,” ujarnya.
Meski demikian, dampak kerusakan masih terlihat. Sebanyak 15 rumah warga dilaporkan sempat terendam banjir. Selain itu, terdapat kerusakan pada bahu jalan serta tergerusnya fondasi jembatan di lokasi terdampak.
“Kerusakan infrastruktur sudah kami koordinasikan dengan Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar. Tim mereka saat ini sudah berada di lapangan untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Ilham.
Untuk sektor pertanian, BPBD Sumbar masih melakukan pendataan. Hingga kini belum ada angka pasti terkait luas lahan terdampak maupun potensi gagal panen.
Di sisi lain, jumlah warga yang sempat mengungsi tercatat sebanyak lima orang. Seluruhnya kini telah kembali ke kediaman masing-masing seiring membaiknya kondisi di lapangan.
Berdasarkan informasi BMKG, hampir seluruh wilayah Sumbar masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, kecuali Kabupaten Solok Selatan dan Dharmasraya.











