UTAMAEkBisHEADLINE

BYD, Mobil Listrik Masa Depan yang Ramah Lingkungan, Hemat dan Multifungsi

×

BYD, Mobil Listrik Masa Depan yang Ramah Lingkungan, Hemat dan Multifungsi

Sebarkan artikel ini

Keterangan foto : Mobil listrik BYD Tipe M6

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Di tengah mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini, menggunakan kendaraan ramah lingkungan dan hemat energi menjadi solusi jitu. Mobil listrik, menjadi pilihan yang sangat tepat karena terbukti irit biaya dan ramah lingkungan karena tak menimbulkan pencemaran udara.

Kehadiran dealer mobil listrik, BYD Bipo Padang, sejak Januari 2026 lalu di Padang, mendapat sambutan luar biasa dari warga Sumbar. Setidaknya, lebih dari 100 unit mobil berbagai tipe, terjual dalam kurun waktu 3 bulan tersebut. Bahkan, banyak di antara pembeli yang harus indent (menunggu) mobil pilihan mereka datang karena tingginya permintaan.

Branch Manager BYD Padang Arrify Aulia R., kepada Haluan, kemarin menyebutkan, ada banyak keistimewaan yang ditawarkan BYD kepada masyarakat. Selain mobil yang ramah lingkungan dan irit dalam hal pembiayaan, ternyata mobil ini juga bisa berfungsi sebagai power bank. Artinya, baterai mobil ini, bisa dipakai untuk menghidupkan berbagai peralatan elektronik, seperti TV, lampu, rice cooker, bahkan kompor listrik.

Beberapa type BYD yang tersedia di BYD Bipo Padang saat ini adalah : BYD M6, yakni MPV keluarga listrik dengan opsi kapasitas 7 penumpang dengan harga sekitar Rp403 juta hingga Rp453 juta. Mobil EV hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa kekhawatiran terhadap kesiapan infrastruktur.

Teknologi yang disematkan diklaim mampu memberikan efisiensi tinggi sekaligus kenyamanan, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Baca Juga  Lima Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa di Ibu Kota Myanmar, Seorang Pria Ditemukan Dalam Kondisi Hidup

Sebagai kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV), BYD M6 beroperasi sepenuhnya menggunakan tenaga listrik tanpa menghasilkan emisi gas buang. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan emisi karbon di sektor transportasi.

Selain itu, kendaraan ini dilengkapi sistem pengereman regeneratif yang mampu mengisi ulang daya baterai saat kendaraan melambat, sehingga meningkatkan efisiensi energi.

Dari sisi desain, BYD M6 mengusung konsep “Dragon Face” dengan tampilan eksterior modern dan dinamis. Interiornya menawarkan kabin luas berkapasitas tujuh penumpang, didukung layar sentuh 12,8 inci yang dapat diputar sebagai pusat kendali fitur kendaraan.

Fitur keselamatan juga menjadi perhatian, di antaranya kamera 360 derajat dan adaptive cruise control yang membantu meningkatkan visibilitas serta menjaga jarak aman saat berkendara.

Menariknya, kendaraan ini turut dilengkapi teknologi Vehicle-to-Load (V2L) yang memungkinkan mobil berfungsi sebagai sumber listrik portabel. Fitur ini memungkinkan pengguna menyalakan berbagai perangkat elektronik, bahkan peralatan rumah tangga seperti rice cooker.

Arrify menyebut, fitur tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan fleksibilitas pemanfaatan energi. Dengan dukungan listrik rumah tangga mulai dari 2.200 VA, kendaraan ini dinilai kompatibel dengan kebutuhan pengguna.

Tipe lainnya:

BYD Dolphin: Hatchback listrik kompak (dari Rp378 juta – Rp448 juta).

BYD Seal: Sedan sport elektrik dengan akselerasi cepat dan jarak tempuh jauh (Rp665 juta – Rp776 juta).

BYD Sealion 7: SUV sporty dengan desain fastback dan teknologi premium (varian Premium/Performance). Harganya Rp640 juta – Rp739 juta.

Baca Juga  Banjir Agam, Belasan Warga Sungai Pua Masih Hilang

BYD Atto 1: Crossover/SUV kompak ekonomis (harga sekitar Rp213 juta – Rp249 juta on the road).

BYD Denza D9: MPV mewah (harga di Rp 980 juta).

“Semua tipe mobil BYD ini sangat ramah lingkungan, tidak bising dalam keadaan hidup, serta tidak ada residu yang mencemarkan lingkungan karena ia menggunakan energi listrik. Dari sisi pembiayaan, mobil ini sangat hemat. Satu kali charge, sekitar 40 menit untuk fast charging, sudah bisa digunakan untuk berkendara sekitar 400 kilometer. Artinya, jika mau bepergian dari Padang hingga Payakumbuh, bolak balik, baterainya yang penuh saat digunakan masih ada sisanya sampai di Padang,” kata Arrify.

Satu kali pengisian di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hanya membutuhkan biaya sekitar Rp130 ribu sampai dayanya penuh. Ini bisa digunakan untuk perjalanan dengan jarak sekitar 300-400 km. Bandingkan dengan pemakaian BBM seperti solar ataupun Pertalite dan Pertamax yang harus menelan biaya sekitar Rp400 ribu atau lebih. Jadi, mobil listrik BYD tiga kali lebih irit dari kendaran dengan bahan bakar dari minyak bumi.

Dengan pemakaian yang benar dan perawatan yang baik, mobil BYD tentunya akan awet hingga bertahun-tahun lamanya.

Untuk layanan pascapembelian, Arrify menyebutkan, mekanik mereka standy 24 jam. “Jika terjadi masalah di jalan, atau butuh perawatan di bengkel, mekanik kami siap untuk melayani pelanggan,” katanya. (h/atv)