MENTAWAI

Mentawai Siapkan Bonus Rp50 Juta untuk Peraih Emas Porprov 2026

×

Mentawai Siapkan Bonus Rp50 Juta untuk Peraih Emas Porprov 2026

Sebarkan artikel ini

MENTAWAI, HARIANHALUAN.ID- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menunjukkan keseriusan dalam membangun prestasi olahraga daerah. Bupati Mentawai, Rinto Wardana, menyiapkan bonus sebesar Rp50 juta bagi setiap atlet yang berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan strategis bersama Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, beserta jajaran, dalam jamuan makan malam di rumah dinas bupati, Rabu (30/4/2026). Pertemuan itu tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi penegasan arah kebijakan pembangunan olahraga di Mentawai.

“Target kita jelas, Mentawai harus berprestasi. Bonus ini bukan sekadar penghargaan, tetapi dorongan nyata agar atlet bertarung maksimal dan membawa pulang emas,” tegas Rinto Wardana.

Baca Juga  Ratusan Warga Betumonga Gelar Aksi Damai, Tuntut Keadilan atas Tanah Ulayat Taileleu!

Menurutnya, kebijakan insentif tersebut merupakan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia. Olahraga, kata dia, tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, disiplin, serta kebanggaan daerah.

Di sisi lain, penguatan kelembagaan olahraga turut dilakukan melalui pelantikan pengurus KONI Kepulauan Mentawai periode 2025–2029 yang dipimpin Ali Nurdin. Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum KONI Sumbar Nomor 38 Tahun 2026. Struktur kepengurusan baru ini diharapkan mampu bergerak cepat dan adaptif dalam menghadapi Porprov mendatang.

Ketua KONI Mentawai, Ali Nurdin, menyatakan pihaknya segera menyusun langkah konkret, mulai dari pemetaan atlet potensial hingga perancangan program latihan yang terpusat dan berkelanjutan.

Baca Juga  Resmikan Asrama LKSA KAUM, Mentawai Perkuat Perlindungan dan Pembinaan Anak Wilayah Kepulauan

“Porprov 2026 menjadi target utama kami. Dukungan penuh pemerintah daerah, termasuk bonus bagi peraih emas, menjadi energi besar untuk mendorong atlet tampil kompetitif,” ujarnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan geografis sebagai daerah kepulauan, Mentawai menunjukkan tekad kuat untuk keluar dari ketertinggalan dan tampil sebagai kekuatan baru di tingkat provinsi.

“Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menyangkut martabat daerah. Atlet Mentawai harus tampil percaya diri, berjuang maksimal, dan membawa pulang prestasi,” tutup Rinto. (*)