PENDIDIKAN

Menag Ajak UIN Bukittinggi Wujudkan Kampus Religius Berbasis Adat dan Agama

×

Menag Ajak UIN Bukittinggi Wujudkan Kampus Religius Berbasis Adat dan Agama

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID – Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, mengajak UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi untuk mewujudkan kampus religius yang mampu memadukan nilai adat dan agama dalam kehidupan akademik.

Ajakan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan UIN Bukittinggi, Selasa (28/4/2026). Menurutnya, kekuatan budaya Minangkabau yang berpadu dengan ajaran Islam merupakan fondasi penting dalam membangun kampus yang berkarakter dan berdaya saing.

“Sumatera Barat mempunyai keunikan yang luar biasa. Seharusnya Serambi Mekkah itu ada di Sumatera Barat, karena filosofinya sangat kuat. Saya kagum terhadap prestasi ulama besar dan para ilmuwan yang pernah lahir di Sumbar,” ujar Nasaruddin.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendukung gagasan menjadikan UIN Bukittinggi sebagai kampus seribu tokoh, dengan memberi nama gedung-gedung di lingkungan kampus menggunakan nama tokoh nasional asal Sumatera Barat.

Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi civitas akademika untuk terus melahirkan generasi unggul.
“Itu akan memberikan motivasi tersendiri kepada segenap civitas akademika UIN Bukittinggi,” katanya.

Baca Juga  Wisuda Angkatan VI TA 2023/2024 : Rektor UIN Bukittinggi Ajak Alumni Lanjutkan Pendidikan di Prodi Magister dan Doktor

Selain penguatan identitas kampus, Menag menyoroti pentingnya pengawasan lingkungan tempat tinggal mahasiswa di sekitar kampus. Ia menilai perhatian terhadap rumah sewa dan kontrakan mahasiswa penting dilakukan agar tidak terjadi pergaulan bebas yang dapat merusak moral generasi muda.

Nasaruddin juga menyinggung fenomena krisis keberkahan di kalangan ASN. Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan ASN Kementerian Agama bukan semata pujian atau popularitas, melainkan kemampuan menjaga kedekatan antara agama dan umat.

“Kriteria keberhasilan kita bukan pujian, tetapi bagaimana kita tidak menjauhkan agama dari umat,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, menyampaikan bahwa meskipun UIN Bukittinggi tergolong kampus termuda di Sumatera Barat, perkembangan institusi yang dipimpinnya terus menunjukkan kemajuan yang signifikan di tingkat nasional.

Baca Juga  Wajah Baru UIN Bukittinggi Pasca-PMA 50/2025 Melompat Jadi Kampus Pilihan Utama di Sumatera

“Walaupun kami tergolong yang paling bungsu, namun alhamdulillah perkembangan UIN Bukittinggi sudah mulai menasional dan terus menunjukkan kemajuan signifikan,” ujarnya.

Pada kunjungan tersebut, Menteri Agama juga meresmikan gedung SSBN UIN Bukittinggi, meluncurkan Fakultas Saintek, empat lembaga pusat kajian, serta 18 karya buku dosen UIN Bukittinggi.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi ASN Kementerian Agama untuk menata kembali orientasi kerja, tidak hanya mengejar capaian administratif, tetapi juga menghadirkan keberkahan yang berdampak luas bagi umat. Dengan semangat itu, Bukittinggi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan pendidikan Islam yang unggul secara akademik dan kokoh dalam nilai spiritual.

Dalam kunjungan tersebut, Menag didampingi Staf Khusus Menteri Agama RI Prof Dr. dr. Fasli Djalal, Sp. GK, Kakanwil Kemenag Sumbar, Rektor UIN Bukittinggi, Rektor UIN M. Yunus Batusangkar, Kakankemenag Bukittinggi dan Kakankemenag 50 Kota. (*)