HALUAN MADRASAH

Kankemenag Sawahlunto dan Rutan Kelas IIB Perpanjang Kerja Sama Pembinaan Kerohanian Warga Binaan

×

Kankemenag Sawahlunto dan Rutan Kelas IIB Perpanjang Kerja Sama Pembinaan Kerohanian Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO, harianhaluan. id – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Sawahlunto kembali memperkuat sinergi dengan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Optimalisasi Program Pembinaan Kerohanian Warga Binaan, Kamis (2/7/26).

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani Kepala Rutan Kelas IIB Sawahlunto, Mustofa, dan Kakankemenag Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, SAg, MM. 

Dalam sambutannya, Kakankemenag menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama yang terus berlanjut antara Kementerian Agama dan Rutan Sawahlunto. Menurutnya, pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan agar memiliki bekal moral dan spiritual ketika kembali ke tengah masyarakat.

Baca Juga  Rika Maria Bersinergi di Lokakarya MAN 1 Solok, Tingkatkan Inovasi Pembelajaran Berbasis Cinta dan Digital

“Kami siap mengambil bagian dalam pembinaan keagamaan warga binaan. Melalui penguatan nilai-nilai agama, diharapkan mereka mampu memperbaiki diri dan kembali menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Zulkifli.

Ia menjelaskan bahwa materi pembinaan yang akan diberikan meliputi aqidah, fiqih, ibadah, serta tahsin Al Qur’an. Keempat materi tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman keislaman sekaligus meningkatkan kualitas ibadah warga binaan.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Sawahlunto, Mustofa, menyampaikan terima kasih kepada Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto atas dukungan dan komitmen yang terus diberikan dalam pembinaan kerohanian di lingkungan rutan.

Baca Juga  Halalbihalal Madrasah Satu Atap Gunung Pangilun, Kakanwil Kemenag Sumbar : Guru Agar Lahirkan Murid Miliki Akidah Kuat dan Berakhlak Mulia

Melalui kerja sama ini, diharapkan program pembinaan keagamaan dapat berjalan secara berkesinambungan, sehingga mampu membentuk warga binaan yang memiliki akhlak mulia, pemahaman agama yang baik, serta siap kembali berperan positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaannya. (rel).