EkBis

Agam Jadi Pilot Project, PNM Padang Gulirkan Program Pemberdayaan UMKM Pascabencana

×

Agam Jadi Pilot Project, PNM Padang Gulirkan Program Pemberdayaan UMKM Pascabencana

Sebarkan artikel ini
PNM
Wakil Bupati Agam M. Iqbal dan Pemimpin Cabang PNM Padang, Hendra Jalius, unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksamana Widjaja, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) rapat bersama dalam pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana

AGAM, HARIANHALUAN.ID — PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Padang menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam. Program tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha mikro kembali menjalankan usahanya melalui pembiayaan, pendampingan, serta penguatan kapasitas usaha, dengan Kabupaten Agam ditetapkan sebagai daerah percontohan (pilot project).

Pemimpin Cabang PNM Padang, Hendra Jalius, mengatakan program itu merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan PNM ke sejumlah lokasi terdampak bencana beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus menyasar pemulihan ekonomi masyarakat.

“Masih banyak masyarakat yang ingin kembali menjalankan usahanya, namun terkendala karena alat produksi mereka rusak akibat bencana. Kondisi ini menjadi perhatian kita agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak,” ujarnya saat rapat bersama Pemerintah Kabupaten Agam di ruang rapat Bupati Agam, Selasa (30/6/2026).

Hendra menjelaskan, hasil identifikasi di lapangan menunjukkan sejumlah pelaku UMKM belum dapat kembali berproduksi karena kerusakan peralatan usaha. Salah satunya pelaku usaha pengolahan pinang iris dan permen pinang di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, yang terpaksa menghentikan produksi akibat alat usahanya rusak diterjang bencana.

Baca Juga  ABUJAPI Sumbar Rayakan HUT Satpam ke-45 dengan Tabur Bunga, Syukuran Sederhana dan Bantu Korban Bencana

Kondisi serupa juga dialami pelaku usaha tempat pemancingan dan kuliner di Kecamatan Tanjung Raya yang hingga kini belum dapat beroperasi secara normal.

Sebagai solusi, PNM menawarkan Program Pengembangan Kapasitas Usaha dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (PKU-TJSL). Melalui program tersebut, masyarakat akan memperoleh pembiayaan berbasis kelompok tanpa agunan yang disertai pendampingan usaha.

“PNM juga menerapkan skema pembayaran angsuran secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan usaha penerima manfaat. Angsuran baru akan dibayarkan setelah usaha dinilai kembali berjalan stabil dan mampu menghasilkan pendapatan,”ucapnya.

Menurut Hendra, pelaksanaan program dilakukan melalui sinergi antara PNM, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pemerintah Kabupaten Agam agar bantuan yang diberikan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

“Kabupaten Agam menjadi pilot project program ini. Kini kita sedang menyiapkan berbagai tahapan sehingga dalam waktu dekat dapat segera diluncurkan,” katanya.

Baca Juga  Punya 440 Ribu Nasabah di Seluruh Sumbar, Lewat Mekaar, PT. PNM Terus Berdayakan Kaum Ibu

Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyambut baik inisiatif PNM tersebut. Ia menilai dukungan terhadap pelaku UMKM menjadi salah satu kebutuhan mendesak dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

“Kami mengapresiasi kepedulian PNM dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat. Saat ini masyarakat memang membutuhkan dukungan agar dapat kembali menjalankan usahanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Agam siap bersinergi dengan PNM dan BNPB agar program tersebut benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan mampu menggerakkan kembali aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksamana Widjaja, perwakilan PT PNM, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Melalui kolaborasi tersebut, program pemberdayaan ekonomi diharapkan segera direalisasikan sehingga pelaku UMKM terdampak bencana dapat kembali produktif dan proses pemulihan pascabencana tidak hanya ditandai dengan pembangunan fisik, tetapi juga bangkitnya perekonomian serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.