PADANG, HARIANHALUAN.ID — RSU Bunda Padang meresmikan perluasan fasilitas pelayanan kesehatan sekaligus meluncurkan sistem bedah robotik pertama di Provinsi Sumatera Barat, Kamis (2/7/2026).
Kehadiran teknologi tersebut menjadi tonggak baru pelayanan kesehatan di Ranah Minang sekaligus membuka akses masyarakat terhadap layanan pembedahan modern yang selama ini hanya tersedia di sejumlah rumah sakit besar di Indonesia.
Direktur RSU Bunda Padang, dr. Helgawati, mengatakan pembangunan fasilitas baru bukan sekadar menghadirkan gedung dan teknologi mutakhir, tetapi merupakan komitmen nyata rumah sakit untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
“Ini merupakan tonggak penting dalam sejarah RSU Bunda Padang. Pembangunan fasilitas ini bukan hanya tentang menghadirkan gedung dan teknologi baru, tetapi juga merupakan komitmen nyata kami untuk terus meningkatkan mutu layanan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan layanan, RSU Bunda Padang kini memiliki ruang perawatan intensif (ICU) baru dengan kapasitas 12 tempat tidur yang seluruhnya telah dilengkapi ventilator.
Menurut dr Helgawati, fasilitas tersebut didukung tenaga medis yang telah dipersiapkan sehingga rumah sakit siap menangani lebih banyak pasien kritis tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
“Kami sudah menyiapkan ruang intensif dengan 12 bed yang seluruhnya dilengkapi ventilator. SDM kami juga sudah siap sehingga pasien-pasien kritis bisa kami tangani di sini,” katanya.
Selain itu, gedung baru yang mulai dibangun sejak 2025 juga dilengkapi fasilitas diagnostik modern, kamar operasi berteknologi tinggi yang mendukung layanan bedah robotik, serta ruang rawat inap dengan kapasitas awal 59 tempat tidur. Ke depan, kapasitas tersebut akan ditingkatkan hingga mendekati 170 tempat tidur seiring tingginya tingkat hunian pasien.
dr Helgawati menegaskan, peningkatan layanan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Investasi terbaik bukan hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada sumber daya manusia. Kami terus memfasilitasi tenaga medis untuk meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Komisaris PT Bunda Medik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, menilai sektor kesehatan harus menjadi prioritas pembangunan nasional karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, tantangan pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini tidak hanya menyangkut ketersediaan fasilitas, tetapi juga pemerataan tenaga kesehatan, kualitas layanan, dan pemanfaatan teknologi.
“Kesehatan merupakan salah satu prioritas utama. Tantangan kita bukan hanya jumlah layanan, tetapi juga kualitas dan distribusi dokter maupun tenaga kesehatan sehingga masih terjadi ketimpangan akses pelayanan di berbagai daerah,” katanya.
Ivan menjelaskan, akses terhadap layanan pembedahan modern masih menjadi persoalan di Indonesia. Keterbatasan dokter spesialis dan teknologi membuat banyak pasien belum memperoleh layanan yang optimal.
Karena itu, kehadiran teknologi bedah robotik di RSU Bunda Padang dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi telah mengubah paradigma dunia pembedahan. Jika dahulu operasi besar identik dengan sayatan lebar, masa pemulihan yang panjang, serta risiko komplikasi yang tinggi, kini teknologi minimal invasif hingga bedah robotik memungkinkan tindakan dilakukan lebih presisi dengan trauma yang jauh lebih kecil.
“Teknologi robotik membantu meningkatkan presisi pembedahan sehingga pasien dapat pulih lebih cepat, risiko infeksi lebih rendah, dan kualitas hidup setelah operasi menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurut Ivan, manfaat teknologi kesehatan tidak seharusnya hanya diukur dari besarnya biaya investasi. Yang lebih penting adalah dampaknya terhadap kualitas hidup pasien, termasuk percepatan masa pemulihan dan berkurangnya risiko komplikasi.
“Kalau dulu pasien mungkin membutuhkan waktu pemulihan hingga berbulan-bulan setelah operasi besar, kini dengan teknologi modern masa pemulihan bisa jauh lebih singkat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, perkembangan berikutnya adalah teknologi telerobotic surgery, yang memungkinkan dokter melakukan tindakan operasi dari lokasi berbeda. Dengan sistem tersebut, dokter spesialis di kota besar berpotensi menangani pasien di daerah lain tanpa harus berada di ruang operasi yang sama.
“Bisa saja nanti dokternya berada di Jakarta sementara pasiennya di Padang, atau sebaliknya. Ini membuka akses baru bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dari dokter terbaik tanpa dibatasi jarak,” jelasnya.
Meski demikian, Ivan menegaskan pengembangan teknologi kesehatan tidak dapat dilakukan oleh satu rumah sakit saja. Diperlukan kolaborasi lintas institusi, mulai dari rumah sakit, organisasi profesi, pemerintah, hingga dunia pendidikan agar inovasi tersebut benar-benar memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Kemajuan teknologi tidak akan berhasil jika berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas,” pungkasnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi menyampaikan apresiasi kepada PT Bunda Medik melalui RSU Bunda Padang atas inovasi yang dihadirkan melalui perluasan fasilitas pelayanan kesehatan dan peluncuran layanan bedah robotik pertama di Sumatera Barat.
Mewakili Pemerintah Provinsi Sumbar, Arry mengatakan kehadiran gedung baru beserta teknologi bedah robotik merupakan lompatan besar dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan PT Bunda Medik melalui RSU Bunda Padang. Hadirnya gedung baru dan layanan bedah robotik ini menjadi kemajuan yang sangat membanggakan bagi Sumatera Barat,” ujarnya.
Menurut Arry, perkembangan teknologi telah menghadirkan paradigma baru dalam dunia pelayanan kesehatan. Jika selama ini masyarakat mengidentikkan operasi dengan sayatan besar dan masa pemulihan yang panjang, kini teknologi robotik memungkinkan tindakan medis dilakukan dengan risiko yang lebih kecil dan hasil yang lebih optimal.
“Kita berharap dengan adanya gedung baru dan layanan baru ini masyarakat Sumatera Barat, bahkan masyarakat Sumatera secara umum, dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang semakin modern dengan risiko tindakan yang lebih kecil dibandingkan metode konvensional,” katanya.
Ia menilai, hadirnya teknologi tersebut juga menjadi tantangan baru bagi Sumatera Barat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar mampu menjadi rujukan bagi masyarakat dari berbagai daerah.
Namun demikian, Arry mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pelayanan rumah sakit. Menurutnya, pelayanan yang ramah, penuh empati, dan dilakukan dengan hati tetap menjadi faktor utama yang dirasakan pasien.
“Kemajuan teknologi jangan sampai mengurangi sisi-sisi pelayanan kemanusiaan. Robot secanggih apa pun tetap membutuhkan sentuhan hati manusia. Pelayanan yang penuh kepedulian dan kasih sayang tetap menjadi hal yang tidak tergantikan,” tegasnya.
Ia berharap RSU Bunda Padang terus berkembang menjadi rumah sakit terdepan dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Harapan kami, dengan hadirnya gedung dan layanan baru ini masyarakat semakin yakin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik di Sumatera Barat. Rumah sakit bukan hanya menjadi tempat berobat ketika sakit, tetapi juga menjadi tempat masyarakat menjaga kesehatan agar tetap prima,” pungkasnya. (h/fzi).












