OPINI

Urgensi Ketenangan Hati

×

Urgensi Ketenangan Hati

Sebarkan artikel ini

Oleh : Yulinasri.

(Guru MAN 1 Pasaman)

Ada orang memiliki materi berlimpah  seperti rumah bak istana, mobil mewah, perabotan mentreng dan sebagainnya, tetapi hatinya  selalu gelisah. Sebaliknya ada orang yang hidup sederhana, jauh dari kata mewah, tapi hatinya selalu tenang/tentram.

Ini merupakan indikasi bahwa ketenangan hati tidak selalu berbanding tegak lurus dengan banyaknya  materi / kekayaan.

Ketenangan hati bersifat abstrak, sementara kekayaan / materi  nyata dan dapat terlihat .

Agama (Islam) mengajarkan bahwa hakekat kekayaan manusia itu adalah ketentraman / ketenangan hati.

Allah SWT berfirman dalam al Qur’an, surat Ar-Ra’d ayat 28 :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Didalam hadits  dengan makna yang relevan dengan ayat diatas, Rasulullah SAW bersabda :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Artinya:

“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa (hati).”

(HR. Bukhari dan Muslim).

Jika kekayaan yang bersifat kebendaan (materi) bisa diusahakan dengan kerja keras , akal dan tenaga, kekayaan hati diperoleh dengan berdo’a, membaca Al Qur’an , berdzikir, atau mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam Al Qur’an surat Al Fath Ayat 4 Allah SWT berfirman  :

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَك

Baca Juga  Analisis Kritis Angkutan Umum Pekanbaru: Tantangan dan Solusi

Artinya:

“Dialah yang telah menurunkan ketenangan (sakinah) ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan yang telah ada. Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Allah memberikan ketenangan dan keteguhan hati kepada orang-orang beriman. Ayat ini berkaitan dengan peristiwa perjanjian Hudaibiyah. Ketika kaum muslimin menghadapi situasi yang tampak merugikan, namun Allah menenangkan hati mereka sehingga tetap taat kepada Rasulullah.

Iman mereka bertambah.

Ketenangan yang Allah SWT berikan membuat iman orang mukmin semakin kuat. 

Semua tentara langit dan bumi milik Allah SWT

Allah SWT memiliki segala kekuatan di langit dan di bumi: malaikat, manusia, dan seluruh makhluk. Jika Allah menghendaki kemenangan, Dia dapat menolong orang mukmin dengan berbagai cara.

Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana

Semua keputusan Allah, termasuk ujian atau perjanjian yang tampak sulit bagi kaum muslimin, memiliki hikmah dan kebijaksanaan yang besar.

Mengambil pelajaran dari ayat diatas: Allah memberi ketenangan hati kepada orang beriman.

Iman dapat bertambah dengan pertolongan Allah dan ketaatan kepada-Nya.

Allah memiliki seluruh kekuatan di langit dan bumi.

Semua ketentuan Allah penuh hikmah.

Menurut Ibnu Katsir, ayat ini turun berkaitan dengan peristiwa perjanjian Hudaibiyah. Pada saat itu sebagian sahabat merasa berat menerima isi perjanjian dengan kaum Quraisy karena tampaknya merugikan kaum Muslimin.

Namun Allah menurunkan “sakinah” (ketenangan dan keteguhan) ke dalam hati mereka sehingga mereka : menerima keputusan Rasulullah, dengan tetap taat dan tidak ragu terhadap janji Allah.

Baca Juga  Memulihkan Peran Keluarga Dalam Krisis Kesehatan dan Sosial

Dengan ketenangan itu iman mereka bertambah, karena mereka melihat bahwa ketaatan kepada Allah dan Rasul membawa kebaikan besar. Setelah peristiwa itu, justru Islam semakin kuat dan tersebar luas.

Ibnu Katsir juga menjelaskan bahwa :

“Tentara langit dan bumi milik Allah” artinya Allah bisa menolong kaum mukmin dengan berbagai cara, seperti melalui malaikat, kejadian alam, atau sebab lain yang tidak diduga manusia.

At-Tabari menafsirkan “sakinah” sebagai:

ketenangan hati,

keyakinan yang kuat,

dan hilangnya keraguan.

Allah memberikan ketenangan itu agar keimanan kaum mukmin semakin bertambah melalui:

pengalaman dan ketaatan kepada Rasul, serta keyakinan terhadap janji Allah.

AtbTabari juga menegaskan bahwa kalimat “Allah memiliki tentara langit dan bumi” menunjukkan kekuasaan Allah yang mutlak. Jika Allah menghendaki kemenangan bagi orang beriman, maka tidak ada yang dapat menghalanginya.

Ayat ini mengandung beberapa pelajaran 

penting, antara lain:

✓ ketenangan hati adalah karunia Allah.

✓ Orang beriman akan diberi ketenangan ketika menghadapi ujian.

✓ Iman  bisa mengalami fluktuasi. Sebagai usaha meningkatkannya  adalah dengan: ketaatan kepada Allah SWT, ilmu, dan pengalaman dengan izin/ pertolongan Allah.

Berikhtiar memperoleh materi dengan cara cara yang diridhai Allah SWT adalah suatu keharusan, tetapi berusaha mendapatkan ketenangan / ketentraman hati tidak kalah penting.

Semoga Bermanfaat. Amin. (*).