OPINI

Ketika Guru dan Murid Bertemu Salat Subuh

×

Ketika Guru dan Murid Bertemu Salat Subuh

Sebarkan artikel ini
Junaidi
PNS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Junaidi

Mengapa sampai dengan “merangkak”? Ungkapan tersebut tentu menggambarkan betapa besar keutamaan kedua salat tersebut dan betapa seriusnya Rasulullah SAW mengingatkan umat agar tidak meremehkannya.
Sayangnya, meski salat Subuh berjamaah memiliki keutamaan dan manfaat yang sangat banyak, namun untuk pergi salat Subuh berjamaah ke masjid atau musala tidaklah mudah.

Jangankan anak-anak, orang dewasa pun masih sulit untuk pergi salat Subuh berjamaah ke masjid atau musala. Karena itu, program Subuh mubarokah yang digagas Wali Kota dan awakil Wali Kota Padang sangat patut kita syukuri dan didukung bersama. Boleh jadi pada awalnya anak-anak merasa terpaksa pergi salat Subuh berjamaah ke masjid atau musala, namun dari terpaksa akan berubah menjadi terbiasa, dan dari terbiasa menjadi budaya.

Berbagai upaya untuk mendorong anak-anak pergi shalat Subuh berjamaah ke masjid atau musala juga sudah dilakukan pihak sekolah. Mulai dari menyosialisasikan program kepada murid dan orang tua, meminta dukungan orang tua, memberikan reward kepada murid yang aktif, memberi nasehat dan motivasi bagi yang kurang aktif, dan lain sebagainya.

Baca Juga  Studi Ayat dan Hadis Ekonomi Syariah Tentang Upah dan Perburuhan/Tenaga Kerja

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang juga terus mempublikasikan persentase kehadiran Subuh mubarokah murid setiap sekolah pada setiap harinya. Sekolah pelaksana terbaik diberi apresiasi, dan sekolah yang kurang peduli juga diberi teguran dan motivasi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang juga sudah melakukan penyesuaian jam belajar murid dengan menetapkan jam belajar SD dan SMP berlangsung dari pukul 07.00 pagi dan berakhir paling lambat pukul 14.00 siang. Dengan demikian murid punya waktu istirahat yang cukup panjang di rumah.

Pada level kota, Pemerintah Kota Padang juga sudah memberikan apresiasi dalam bentuk reward untuk 100 murid SMP dan 100 murid SD sebagai pelaksana terbaik Subuh Mubarokah setiap bulannya. Mereka masing-masing mendapat hadiah sebesar Rp300.000. Dengan demikian, dalam satu tahun Pemerintah Kota Padang sudah menyediakan reward untuk pelaksana terbaik Subuh mubarokah sebesar Rp720 juta.

Namun kita perlu memastikan bahwa hadiah bukanlah tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah ketika suatu hari nanti anak tetap pergi ke masjid meskipun tidak ada hadiah, tidak ada kamera, tidak ada absensi, dan tidak ada guru yang mengawasi. Saat itulah kebiasaan telah berubah menjadi kesadaran.

Baca Juga  Mari Membedah SPM

Mendorong Keteladanan Guru

Dalam upaya memaksimalkan program Subuh mubarokah di Kota Padang, pemerintah daerah melalui sekretaris daerah telah menerbitkan surat nomor 000/817/BKPSDM-PDG/2026 tanggal 24 Agustus 2026 tentang Penguatan Program Unggulan Smart Surau.

Melalui surat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang diminta menugaskan seluruh guru yang beragama Islam pada jenjang SD dan SMP di lingkungan Pemerintah Kota Padang untuk melaksanakan pendampingan peserta didik dalam rangka program Smart Surau di masjid atau musala.

Penugasan tersebut merupakan tugas kedinasan yang diperhitungkan sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja guru sebesar satu jam kerja.

Menindaklanjuti surat Sekretaris Daerah Kota Padang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang juga sudah menerbitkan surat edaran nomor 400.3/26/DIKBUD-PDG/IX/2026 tanggal 2 September 2026 tentang revisi jadwal belajar murid dan beban kerja guru SD dan SMP Kota Padang.