Program di Nagari Sipinang nantinya diarahkan pada reboisasi melalui gerakan adopsi pohon tanaman hutan produktif sehingga masyarakat, komunitas maupun pihak lainnya dapat mengambil bagian dalam pemulihan kawasan hulu.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan bencana tidak bisa hanya mengandalkan penanganan ketika bencana telah terjadi. Perlindungan kawasan hulu menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi ancaman ekologis.
Muslim M Yatim mengatakan persoalan kebencanaan di Sumatera Barat masih membutuhkan perhatian bersama. Ia mencontohkan sejumlah persoalan pascabencana yang menurutnya belum sepenuhnya tertangani, mulai dari rumah warga, sawah, jembatan hingga jalan yang rusak.
Karena itu, ia berharap keterlibatan HIMASTERIKOM dan organisasi lainnya dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas dalam memperkuat mitigasi dan pemulihan lingkungan di Sumbar.
“Kalau kalian bergerak di bidang ini, suara kita harus bertemu. Saya dari DPD, kalian dari HIMASTERIKOM. Kita sama-sama bersuara,” pungkasnya. (*).












