KAMPUS

Poltekkes Kemenkes Padang Latih Kader Posyandu Cegah Stunting melalui Akupresur PC6

×

Poltekkes Kemenkes Padang Latih Kader Posyandu Cegah Stunting melalui Akupresur PC6

Sebarkan artikel ini

PADANG, HALUAN – Poltekkes Kemenkes Padang melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) dengan mengangkat tema “Upaya Pencegahan Stunting dengan Terapi Akupresur PC6 Neiguan untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Perkembangan Balita.” Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas kader posyandu dan tenaga penanggung jawab Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam mendukung pencegahan stunting.

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dapat memengaruhi kesehatan balita secara menyeluruh. Kondisi kekurangan gizi kronis tersebut tidak hanya berdampak pada terhambatnya pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif, motorik, hingga kesehatan mental anak.

Selain itu, stunting dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit pada masa mendatang, termasuk penyakit tidak menular. Permasalahan stunting sendiri berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari pengetahuan, kondisi ekonomi dan sosial, pola asuh, penyakit, lingkungan, hingga kecukupan asupan makanan.

Salah satu persoalan yang kerap dihadapi dalam pemenuhan asupan gizi balita adalah masalah makan. Anak dapat mengalami kurang minat terhadap makanan, malas makan, pilih-pilih makanan, hingga gangguan sensorik saat makan yang menyebabkan hilangnya nafsu makan atau munculnya sensasi cepat kenyang.

Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, terapi nonfarmakologis berupa akupresur dapat menjadi salah satu pendekatan yang diterapkan. Salah satu titik yang digunakan adalah titik P6 atau Pericardium 6 (Neiguan), yang dikenal dapat membantu meningkatkan nafsu makan serta mengatasi keluhan seperti mual, muntah dan gangguan pencernaan.

Baca Juga  Dosen Poltekkes Kemenkes Padang Dampingi Sertifikasi Halal dan CPPOB Pengusaha Susu dan Produk Olahannya di Padang Panjang

Pijatan pada titik Neiguan dapat menjadi bagian dari pendekatan holistik dalam membantu meningkatkan nafsu makan anak, tentunya dengan tetap didukung pola makan yang sehat, teratur dan pemenuhan kebutuhan gizi yang sesuai.

Ketua Tim Pengabmas, Ns. Zolla Amely Ilda, S.Kep., M.Kep., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu serta penanggung jawab KIA di Puskesmas dalam melakukan terapi akupresur sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting.

Kegiatan dilakukan melalui metode penyuluhan, edukasi dan pelatihan. Pada tahap persiapan, tim berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Padang serta menyusun materi edukasi dalam bentuk modul pelatihan dan video interaktif.

Setelah dilakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Padang, ditetapkan empat Puskesmas sebagai sasaran kegiatan, yakni Puskesmas Koto Panjang Ikua Koto (KPIK), Puskesmas Dadok Tunggul Hitam, Puskesmas Alai dan Puskesmas Lapai Kota Padang.

Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari kader posyandu dan penanggung jawab KIA di Puskesmas mengikuti kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2026.

Baca Juga  Mahasiswa Kedokteran Lyon University France Kunjungi Kampus Poltekkes Kemenkes Padang

Materi pelatihan disampaikan oleh Ns. Zolla Amely Ilda, S.Kep., M.Kep., selaku ketua tim Pengabmas, bersama Renita Afriza, SKM., M.Kes. dari bidang ahli gizi, serta Ns. Hmadani, M.Kep., Sp.Kep.A. dan Ns. Defrima Oka Surya, M.Kep., Sp.Kep.Kom. selaku ahli akupresur.

Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti sesi diskusi, pelatihan dan simulasi teknik akupresur pada titik PC6 Neiguan. Dengan pelatihan tersebut, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam mendampingi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki balita.

Tahapan kegiatan kemudian dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi ke posyandu terpilih. Langkah ini dilakukan untuk melihat penerapan hasil pelatihan sekaligus memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Dinas Kesehatan Kota Padang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Dukungan itu ditandai dengan adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tindak lanjut agar program dapat dikembangkan secara lebih masif di posyandu-posyandu yang ada di Kota Padang.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Padang berharap penguatan kapasitas kader posyandu dan tenaga KIA dapat berkontribusi terhadap upaya pencegahan stunting secara lebih komprehensif, sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita yang optimal. (h/yes)