BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID –– Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA menegaskan perguruan tinggi harus hadir lebih luas di tengah masyarakat dan tidak hanya fokus pada aktivitas akademik di lingkungan kampus semata.
Demikian disampaikan Kamaruddin saat memberikan kuliah umum bertajuk Peran Strategis Akademisi Merawat Harmonisasi untuk Kemaslahatan Alam, Bangsa dan Agama di Kampus UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Jumat (8/5).
Dalam paparannya, Kamaruddin menyebut Indonesia saat ini sedang berada dalam proses menuju negara maju yang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing tinggi. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi unggul yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Tantangan bangsa masih panjang, namun peluang Indonesia juga sangat besar. Perguruan tinggi harus benar-benar berkontribusi meningkatkan kualitas SDM bangsa,” ujar Komisaris Bank BSI itu.
Ia menyoroti sejumlah persoalan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama, mulai dari kemiskinan, rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi, permasalahan stunting, hingga tingginya angka perceraian yang mencapai 400 ribu kasus setiap tahunnya.
Menurutnya, kampus harus mampu mengambil bagian dalam memberikan solusi nyata terhadap persoalan tersebut melalui program pengabdian masyarakat yang berdampak langsung. “Ketahanan keluarga adalah bagian fundamental dari ketahanan nasional. Kita tidak bisa menjadi negara maju jika persoalan keluarga masih tinggi,” katanya.
Ia menegaskan kampus tidak boleh terisolasi dari realitas sosial di luar lingkungan akademik. “Untuk apa kampus memiliki akreditasi bagus dan banyak guru besar, jika di luar tembok kampus masih banyak anak tidak bisa mengaji, keluarga miskin, dan angka perceraian tinggi sementara kampus tutup mata,” ujarnya.
Perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), diminta lebih aktif membangun literasi keluarga, pendidikan masyarakat serta membantu menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sekjen Kemenag RI juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa kuliah sebagai momentum emas dalam membangun masa depan dan karier. Ia menilai mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Sekjen Kemenag RI juga meresmikan Laboratorium Bank Mini milik kampus hasil kerja sama Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan UIN Bukittinggi. Keberadaan laboratorium tersebut diharapkan menjadi sarana praktik langsung bagi mahasiswa dalam memahami sistem pelayanan dan operasional perbankan syariah modern.
Sementara itu, Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, S. Ag. M. Si menyampaikan apresiasi atas kehadiran Sekjen Kemenag RI yang dinilai memberikan motivasi besar bagi civitas akademika kampus.
Menurutnya, semangat membangun karakter dan melahirkan tokoh-tokoh masa depan terus diperkuat melalui berbagai program kampus, sejalan dengan moto UIN Bukittinggi sebagai Kampus Sejuta Tokoh. “Seluruh gedung di lingkungan UIN Bukittinggi telah diberi nama tokoh-tokoh besar agar menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk melahirkan generasi unggul di masa depan,” ujarnya.












