AGAM, HALUAN — Program Studi Magister Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang bertajuk “Program Penguatan Ketahanan Psikologis Siswa Terdampak Bencana melalui Pendekatan Post-Traumatic Growth (PTG)” ini diperuntukkan bagi 140 siswa MAN 1 Agam yang terdampak banjir.
Ketua Program Studi Magister Psikologi FPK UNP, Dr. Niken Hartati, S.Psi., M.A., mengatakan kegiatan ini bagian dari Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN). Adapun PIPN merupakan sebuah skema pengabdian masyarakat yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP.
Dr. Niken menjelaskan selama tiga jam pelaksanaan, para siswa dibagi ke dalam enam kelas kecil yang masing-masing didampingi oleh dua fasilitator dari unsur dosen dan mahasiswa Magister Psikologi.
“Melalui psikoedukasi, diskusi kelompok, serta latihan refleksi, siswa diajak memahami emosi yang muncul setelah bencana sekaligus mengembangkan kemampuan untuk bangkit dan bertumbuh,” ujarnya.
Kegiatan ini mengusung tagline “Pulih, Bertumbuh, dan Melangkah Maju”. Pendekatan Post-Traumatic Growth (PTG) yang digunakan menekankan bahwa pengalaman traumatis tidak hanya dapat dipulihkan, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk membangun ketangguhan, menemukan makna hidup, dan menumbuhkan harapan baru.
Lebih lanjut Dr. Niken menjelaskan, pelaksanaan program berawal dari permohonan Kepala MAN 1 Agam, Zulfahmi, S.Pd., M.Pd., yang melihat masih banyak siswa mengalami kecemasan dan penurunan motivasi belajar akibat dampak banjir.
“Menindaklanjuti kebutuhan tersebut, kami membentuk tim pengabdian yang melibatkan dosen dan mahasiswa untuk memberikan pendampingan psikososial berbasis bukti ilmiah,” jelasnya.
Selain memberikan manfaat langsung bagi siswa, program ini juga memperkenalkan model dukungan psikososial berbasis sekolah melalui penyusunan modul Post-Traumatic Growth yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah dalam mendampingi siswa pascabencana.
Penguatan kesehatan mental menjadi bagian penting dari proses pemulihan bencana. Lingkungan belajar yang aman dan suportif diyakini dapat membantu siswa kembali memiliki semangat belajar dan optimisme terhadap masa depan.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Universitas Negeri Padang dalam menghadirkan pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat. Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan kesehatan mental, SDG 4 (Quality Education) dengan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif pascabencana, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara UNP, MAN 1 Agam, dan Pemerintah Nagari Maninjau dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana. (*)












