KAMPUS

Tim Pengabdian UNP Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa SMAN 2 Sipora Lewat Program Sekolah Bahagia Mentawai

×

Tim Pengabdian UNP Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa SMAN 2 Sipora Lewat Program Sekolah Bahagia Mentawai

Sebarkan artikel ini

MENTAWAI, HALUAN – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) memperluas kontribusi pendidikan dengan menghadirkan program Sekolah Bahagia Mentawai.

Sebanyak 75 siswa SMA Negeri 2 Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai telah mengikuti kegiatan ini, Senin (21/9/2026).

Kegiatan bertajuk “Pengembangan Child Well-Being School Berbasis Psikologi Positif untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mental dan Motivasi Belajar Siswa Wilayah Kepulauan” tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat UNP Tahun 2026.

Tim pengabdian UNP diketuai Amin Akbar, S.Psi., M.A., Ph.D., dengan anggota Dr. Eko Purnomo, Dr. Rila Muspita, dan Dr. Nina Jermaina. Kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa, Ayerzi Oktal dan Nabiella Annaejla.

Program tersebut dirancang untuk memberikan ruang kepada siswa agar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mengenali diri, menemukan sumber motivasi, membangun harapan, serta memikirkan masa depan yang ingin mereka capai.

Ketua Tim Pengabdian UNP, Amin Akbar, mengatakan kegiatan tersebut disusun sebagai ruang bagi siswa untuk merefleksikan pengalaman mereka sebagai pelajar sekaligus mengenali hal-hal yang membuat mereka bersemangat dalam menjalani pendidikan.

“Kami ingin mengajak siswa untuk mengenali apa yang membuat mereka bersemangat dan apa yang ingin mereka capai. Harapannya, sekolah dapat menjadi ruang yang membuat anak merasa bahagia, dihargai, dan memiliki harapan terhadap masa depannya,” ujar Amin.

Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah refleksi mengenai sumber motivasi. Setiap siswa diminta menuliskan tiga hal yang membuat mereka termotivasi untuk belajar dan mengejar cita-cita.

Baca Juga  UNP Bikin Heboh Singguling! Pangan Lokal Disulap jadi Sumber Cuan Keluarga

Siswa diberikan kebebasan menentukan jawaban berdasarkan pengalaman masing-masing. Setelah selesai, hasil refleksi tersebut dibawa pulang dan ditempelkan di tempat yang mudah dilihat.

Dengan cara tersebut, tim pengabdian UNP berupaya agar kegiatan tidak berhenti sebagai aktivitas sesaat di sekolah. Tulisan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi siswa mengenai alasan mereka belajar dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan sehari-hari.

Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka terlibat dalam aktivitas refleksi dan mulai menceritakan berbagai hal yang menjadi sumber motivasi, mulai dari keluarga, cita-cita, keinginan melanjutkan pendidikan hingga tujuan pribadi yang ingin diwujudkan.

Narasumber kegiatan, Wildan Haru Pradani, S.Psi., M.A., mengatakan aktivitas tersebut dirancang secara sederhana agar siswa dapat memulai proses refleksi dari pengalaman mereka sendiri.

“Motivasi tidak selalu harus datang dari sesuatu yang besar. Kadang-kadang kita perlu berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri, apa yang membuat kita ingin terus belajar dan apa yang ingin kita capai,” katanya.

Menurut Wildan, setiap siswa memiliki alasan yang berbeda dalam menjalani pendidikan. Karena itu, kegiatan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri sumber motivasi yang paling bermakna bagi mereka.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Sipora, Nofik Afriko, S.Pd.I., M.M., menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Tim Pengabdian UNP tersebut.

Baca Juga  Pinjol Ilegal Praktik Kejahatan Dunia Maya, Erianjoni: Seimbangkan antara Kebutuhan dengan Pemasukan

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena siswa tidak hanya membutuhkan pembelajaran secara akademik, tetapi juga perlu mendapatkan ruang untuk mengenali dirinya, membangun motivasi, dan memikirkan cita-citanya,” ujar Nofik.

Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi memberikan pengalaman belajar dari perspektif yang berbeda bagi siswa. Kehadiran tim pengabdian UNP juga membuka ruang interaksi antara siswa dengan akademisi mengenai perkembangan diri dan masa depan.

Dalam pelaksanaannya, Tim Pengabdian UNP menggunakan pendekatan psikologi positif dengan mengarahkan perhatian siswa pada kekuatan diri, harapan, hubungan positif, dan tujuan pribadi.

Konsep tersebut tidak disampaikan semata-mata dalam bentuk teori, tetapi diterjemahkan melalui aktivitas yang memungkinkan siswa menghubungkan materi dengan pengalaman mereka sendiri.

Program Sekolah Bahagia Mentawai juga menjadi bagian dari kontribusi UNP dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas.

Melalui program tersebut, UNP berupaya menghadirkan pengalaman pendidikan yang tidak hanya memperhatikan aspek akademik, tetapi juga kesejahteraan dan perkembangan psikologis siswa, termasuk bagi mereka yang berada di wilayah kepulauan.

Bagi Tim Pengabdian UNP, Sekolah Bahagia Mentawai membawa pesan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, memiliki harapan, dan merasakan kebahagiaan dalam proses pendidikan.

Di wilayah mana pun mereka berada, siswa memiliki hak untuk bermimpi dan mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi dirinya. (*)