PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID- Warga Kampung Lubuak Batu, Nagari Aur Duri Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dibuat geger dengan kemunculan seekor buaya di aliran sungai setempat, Selasa (26/5/2026).
Satwa liar yang diperkirakan memiliki panjang sekitar dua meter itu pertama kali dilihat warga saat menepi di pinggir sungai yang berada tidak jauh dari permukiman masyarakat. Penampakan mendadak tersebut langsung memicu kekhawatiran warga, terutama mereka yang sehari-hari beraktivitas di sekitar sungai tersebut.
Camat Sutera, Iwal membenarkan adanya penampakan buaya tersebut. Ia mengatakan, informasi diterima dari warga pada pagi hari ketika hewan itu terlihat berada di tepian sungai.
“Iya. Itu diketahui warga tadi pagi. Buayanya tiba-tiba sudah berada di tepi sungai,” kata Iwal saat dikonfirmasi wartawan.
Menurutnya, sungai di wilayah itu merupakan aliran yang terhubung langsung dengan kawasan muara. Karena itu, kuat dugaan buaya tersebut masuk dari arah muara menuju aliran sungai di dekat permukiman warga setempat.
“Kemungkinan datangnya dari muara. Karena selama ini di sana tidak pernah ada buaya. Kalau di Muara Sungai Sirah dulu pernah ada,” ucapnya lagi.
Kemunculan reptil predator itu sontak membuat warga resah. Banyak warga memilih menjauh dari bantaran sungai dan meminta anak-anak untuk tidak bermain di sekitar lokasi penampakan buaya tersebut.
Kardi, warga Kampung Lubuak Batu, mengaku terkejut saat melihat adanya buaya di sungai yang selama ini menjadi tempat warga mandi dan mencari ikan.
“Kami tentu takut. Selama ini masyarakat biasa ke sungai untuk mandi, mencuci, bahkan anak-anak sering bermain di sana. Sekarang warga jadi waspada,” ujar Kardi.
Ia berharap pihak terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan agar warga tidak terus dihantui rasa cemas.
“Mudah-mudahan cepat ditangani pihak terkait, supaya masyarakat tenang dan tidak takut lagi beraktivitas,” tambahnya.
Sementara itu, Iwal mengaku pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut secara berjenjang kepada instansi terkait, termasuk Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL), agar segera dilakukan tindak lanjut.
“Ya, kita sudah melaporkan secara berjenjang ke BPSPL. Mudah-mudahan segera ada tindak lanjutnya,” kata Iwal.
Selain itu, pemerintah kecamatan bersama pemerintah nagari juga telah mengimbau masyarakat agar untuk sementara waktu tidak beraktivitas di sekitar lokasi penampakan buaya guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Imbauan sudah kita sampaikan ke nagari untuk meminta warga berhati-hati dan tidak beraktivitas dulu di area penampakan tersebut,” pungkasnya. (*)











