AGAM

Kapolres Agam – Satgas PRR Tinjau Rencana Pembangunan Jembatan Tumayo dan Penanganan Banjir di Sungai Batang

×

Kapolres Agam – Satgas PRR Tinjau Rencana Pembangunan Jembatan Tumayo dan Penanganan Banjir di Sungai Batang

Sebarkan artikel ini

AGAM, HARIANHALUAN.ID – Kapolres Agam, AKBP Muari mendampingi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana (PRR) meninjau kondisi infrastruktur dan wilayah terdampak bencana di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Satgas PRR merupakan tim yang dibentuk pemerintah untuk memimpin percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana hidrometeorologi dan siklon yang berpusat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kehadiran tim tersebut bertujuan memastikan proses pemulihan infrastruktur serta keselamatan masyarakat berjalan optimal.

Dalam peninjauan tersebut, dibahas rencana pembangunan Jembatan Tumayo yang menghubungkan kawasan Maninjau dengan Sungai Batang. Jembatan tersebut direncanakan mulai dibangun pada Juni 2026 dengan estimasi anggaran sekitar Rp3 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat.

Baca Juga  Bupati Agam Audiensi dengan Panitia Pengukuhan Jam Gadang 88

Kapolres Agam menyampaikan dukungannya terhadap percepatan pembangunan jembatan tersebut karena dinilai sangat penting bagi aktivitas dan mobilitas masyarakat.

“Kami dari Polres Agam mendukung penuh percepatan pembangunan Jembatan Tumayo ini karena menjadi akses penting bagi masyarakat Sungai Batang dan sekitarnya. Kehadiran jembatan yang representatif diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan memperlancar aktivitas warga,” ujar Kapolres, Sabtu (23/5).

Sementara itu, masyarakat Nagari Sungai Batang berharap pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan. Warga juga meminta pemerintah segera membangun sabo dam di aliran Batang Tumayo guna mengantisipasi meluapnya air saat curah hujan tinggi.

Baca Juga  NeutraDC Ungkap Strategi Ekspansi dan Peran Vital Batam dalam Industri Data Center di Indonesia

Tokoh masyarakat Sungai Batang, St Rajo Intan menyampaikan bahwa selama ini wilayah Jorong Kubu menjadi daerah yang paling terdampak ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

“Kami sangat berharap pembangunan jembatan ini segera dilaksanakan. Selain itu, masyarakat juga membutuhkan pembangunan sabo dam di aliran Batang Tumayo karena apabila hujan turun, air sering melimpah hingga masuk ke permukiman warga, terutama di Jorong Kubu Nagari Sungai Batang,” ungkapnya. (*)