OPINIPENDIDIKAN

Kejatuhan Purbaya di Menara Fiskal

×

Kejatuhan Purbaya di Menara Fiskal

Sebarkan artikel ini

Pasar modal merayakan hilangnya sang “sipir” yang ketat, sementara punggawa internal meratapi perginya sang “perisai” yang selama ini melindungi mereka dari badai intervensi luar.

Pada akhirnya, jatuhnya Purbaya bukanlah akhir dari sebuah karier, melainkan awal dari sebuah musim di mana angka-angka tak lagi bisa bicara jujur, melainkan bernyanyi menuruti dirigen yang sama.

Di bawah bayang-bayang lampu sorot yang baru, sang juru bayar yang ramah siap menandatangani setiap titah, mengubur dalam-dalam kecemasan angka di balik kemilau pesona sang diplomat ekonomi.

Baca Juga  Adaptasi dengan Perubahan Tatanan Global dan Evolusi Kecerdasan Buatan

Di atas panggung yang baru, sepi yang ditinggalkannya akan menjadi saksi, apakah penggantinya kelak adalah seorang penjaga amanat rakyat, atau sekadar juru tulis yang mengesahkan kehendak sang raja.

Di bawah sorot lampu menara kaca yang baru, sebuah babak baru telah dimulai. Purbaya telah melangkah pergi membawa sunyi idealismenya, meninggalkan ruang fiskal yang kini riuh oleh tepuk tangan kompromi.

Kita hanya bisa berharap, bahwa di balik senyum ramah sang pengganti dan kelenturan sikap yang merangkul pasar, ia tidak melupakan satu hal dasar: bahwa kedaulatan sebuah negara sering kali ditentukan oleh kejujuran angka-angka yang ditulisnya sendiri.

Baca Juga  Memperkuat Basis Hukum MBG

“Jika sang arsitek utama bisa diempas dari menaranya, tidak ada benteng pertahanan yang benar-benar kokoh dari badai intervensi. Pasar modal mungkin merayakan hilangnya sangPerisai” (*)