KAMPUS

Mahasiswa KKN UNP Jalankan Lima Program Pemberdayaan di Nagari Selayo Tanang Bukik Sileh

×

Mahasiswa KKN UNP Jalankan Lima Program Pemberdayaan di Nagari Selayo Tanang Bukik Sileh

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN SOLOK, HARIANHALUAN.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) Tahun 2026 melaksanakan serangkaian program pemberdayaan masyarakat di Nagari Selayo Tanang Bukik Sileh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok.

Selama 30 hari pengabdian, mahasiswa menghadirkan lima program prioritas yang meliputi penomoran rumah, pendampingan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), promosi potensi wisata alam, penyuluhan pencegahan stunting, serta sosialisasi literasi digital.

Tim Mahasiswa KKN UNP, Egies Junia Anindia, mengatakan seluruh program dirancang berdasarkan hasil observasi lapangan dan kebutuhan masyarakat, dengan tujuan mendukung pembangunan nagari yang lebih tertib, produktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga  KKN UNP 2026 Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan Nagari Bersama DPMN Agam

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penomoran rumah. Bersama perangkat nagari, mahasiswa melakukan pendataan sekaligus pemasangan nomor rumah secara bertahap di lingkungan masyarakat.

“Program tersebut diharapkan dapat mempermudah administrasi kependudukan, pelayanan publik, pencarian alamat hingga mendukung akurasi pendataan di tingkat nagari,” katanya.

Di sektor ekonomi, mahasiswa memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM Bawreng melalui pembenahan kemasan produk, perancangan desain label, edukasi mengenai legalitas usaha, serta strategi pemasaran digital.

Pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan nilai jual produk, sekaligus memperluas daya saing UMKM di pasar yang lebih luas.

Baca Juga  Nagari Halaban Sambut 30 Mahasiswa KKN UNP, Siap Bersinergi Bangun Masyarakat Selama Sebulan

Potensi wisata alam Nagari Selayo Tanang Bukik Sileh juga menjadi perhatian mahasiswa KKN. Berbagai panorama alam didokumentasikan dalam bentuk foto dan video, yang kemudian dipublikasikan melalui media sosial sebagai upaya memperkenalkan destinasi wisata kepada masyarakat luas.

“Promosi digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat,” ujarnya.

Dalam bidang kesehatan, mahasiswa bekerja sama dengan posyandu untuk mendukung upaya pencegahan stunting.