SOLOK, HARIANHALUAN.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Nagari Tanjung Alai, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.
Program yang dilaksanakan selama masa pengabdian tersebut dirancang berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama pemerintah nagari, kader kesehatan, PKK, tenaga kesehatan, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta warga setempat untuk menjawab kebutuhan dan mengoptimalkan potensi nagari.
Dosen pembimbing lapangan Muhammad Adri didampingi salah satu mahasiswa KKN Adellia Mutiara Putri mengatakan bahwa program ini mengusung semangat kolaborasi.
Adri mengatakan, mahasiswa KKN UNP melaksanakan lima program strategis, yakni percepatan pencegahan stunting, digitalisasi nagari, pengembangan destinasi wisata, pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal, serta penguatan seni, budaya dan kepemudaan.
“Seluruh program dirancang saling mendukung sebagai upaya memperkuat pembangunan Nagari Tanjung Alai secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menyebutkan, program unggulan difokuskan pada percepatan pencegahan stunting melalui empat pilar utama. Kegiatan diawali dengan edukasi pola asuh balita secara door to door setelah mahasiswa menemukan masih perlunya peningkatan pemahaman orang tua mengenai pemenuhan gizi anak.
“Dalam pendampingan tersebut, keluarga diberikan edukasi mengenai pentingnya pola asuh yang baik, konsumsi gizi seimbang, serta pembiasaan pola makan sehat sejak usia dini,” ujarnya.
Pilar berikutnya diwujudkan melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga. Masyarakat diajak menanam tanaman bergizi, seperti bayam dan daun kelor guna mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Mahasiswa juga rutin mendampingi kegiatan posyandu dan pemeriksaan kesehatan bersama bidan desa, sekaligus memberikan penyuluhan mengenai kesehatan ibu dan anak.
Selain itu, mahasiswa menggelar penyuluhan tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi dan membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan menu bergizi sederhana yang mudah diperoleh, seperti telur, pisang, bubur kacang hijau, dan susu, sehingga kebutuhan gizi anak dapat dipenuhi tanpa harus mengeluarkan biaya besar.












