MUNGO, HARIANHALUAN.ID – Upaya percepatan penurunan angka stunting tidak hanya menyasar ibu hamil dan balita, tetapi juga dimulai dari kalangan remaja. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) Periode Juli–Desember 2026 menggelar sosialisasi pencegahan stunting bagi remaja di Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Luak pada Minggu (2/8/2026) itu mengusung tema “Remaja Sehat, Generasi Bebas Stunting” dan diikuti sebanyak 26 peserta.
Program tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN UNP dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat upaya pemerintah menekan angka stunting sejak hulu.
Pelaksanaan program ini juga sejalan dengan arahan yang disampaikan Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), saat pembekalan KKN pada Selasa (2/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa didorong agar menghadirkan program yang mampu memberikan solusi terhadap persoalan stunting yang masih menjadi perhatian di Sumatera Barat.
Di Nagari Mungo sendiri, persoalan stunting masih menjadi tantangan serius. Wali Nagari Mungo, Muhammad Suhardi, mengungkapkan angka stunting di wilayahnya masih mencapai 13,6 persen, dengan sekitar 570 anak menjadi sasaran program penanganan.
“Masalah stunting memang di nagari kita terlalu tinggi angkanya, yaitu 13,6 persen. Sasaran stunting kita mencapai 570 anak. Ada beberapa posyandu yang angka stunting-nya masih tinggi, seperti di Jorong Balai Gadang Ateh, namun ada juga posyandu yang sudah mencatat nol kasus stunting,” ujarnya saat serah terima mahasiswa KKN UNP, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, tantangan lain yang dihadapi pemerintah nagari adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu.
“Jumlah anak di Nagari Mungo lebih dari 570 orang, tetapi yang hadir dalam kegiatan posyandu baru sekitar 300 anak,” katanya.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNP memilih menyasar kalangan remaja sebagai kelompok strategis dalam upaya pencegahan stunting. Edukasi diberikan, karena berbagai faktor penyebab stunting kerap bermula sejak masa remaja, seperti anemia pada remaja putri, pola makan yang tidak seimbang, hingga kurangnya pemahaman mengenai pentingnya gizi sebelum memasuki masa pernikahan dan kehamilan.
Dalam kegiatan sosialisasi, materi disampaikan oleh mahasiswa KKN UNP, Nova Adinda dan Amelia Saputri. Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, sehingga mereka dapat memahami penyebab, dampak, serta langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini.












