KAMPUS

Mahasiswa KKN UNP Olah Limbah Dapur Jadi Pupuk Kompos Cair, Dorong Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Lumindai

×

Mahasiswa KKN UNP Olah Limbah Dapur Jadi Pupuk Kompos Cair, Dorong Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Lumindai

Sebarkan artikel ini

LUMINDAI, HARIANHALUAN.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) periode Juli–Desember 2026 menghadirkan inovasi pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos cair di Desa Lumindai, Kota Sawahlunto.

Program yang dijalankan bersama Kelompok Tani (Keltan) setempat ini menjadi upaya mengurangi sampah organik, sekaligus menyediakan alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis bagi masyarakat.

Tim Mahasiswa KKN UNP, Nadya Fitria Rasyid, mengatakan program tersebut lahir dari hasil observasi yang menunjukkan masih banyak limbah dapur, seperti sisa sayuran dan kulit buah, yang dibuang tanpa dimanfaatkan.

Padahal, katanya, bahan-bahan tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi sektor pertanian.

Baca Juga  Politeknik ATI Padang, 100 Persen Lulusannya Terserap Dunia Kerja

“Melalui program ini, kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah organik. Sampah rumah tangga sebenarnya dapat menjadi sumber daya yang bernilai jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Berangkat dari temuan tersebut, mahasiswa KKN bersama Kelompok Tani Desa Lumindai merancang program pengolahan pupuk kompos cair melalui tahapan observasi, produksi, pelatihan, hingga pendampingan kepada masyarakat.

Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga bertujuan membangun kemandirian warga, agar mampu memproduksi pupuk secara berkelanjutan setelah masa KKN berakhir.

Pupuk kompos cair diproduksi dari limbah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran, kulit buah dan limbah dapur lainnya yang difermentasi menggunakan larutan mikroorganisme lokal (MOL) atau bioaktivator EM4 di dalam wadah tertutup selama beberapa minggu. Hasil fermentasi menghasilkan pupuk cair yang kaya nutrisi dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanaman.

Baca Juga  Pemerintah Nagari Sikuncur Sambut Hangat Hadirnya KKN Mahasiswa Universitas Muhammad Natsir

Selain membantu menyuburkan tanaman, penggunaan pupuk kompos cair juga dinilai mampu memperbaiki struktur tanah, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang harganya terus meningkat.

“Seluruh bahan baku yang digunakan mudah diperoleh dari lingkungan sekitar, sehingga proses pembuatannya dapat dilakukan secara sederhana oleh masyarakat,” ujarnya.